LIGAORION – Kekalahan Skotlandia dari Slovenia menambah tekanan terhadap Sebastien Pocognoli setelah awal masa kerjanya sebagai pelatih kepala berjalan naik turun. Hasil di Hampden itu memunculkan pertanyaan tentang pendekatan permainan dan formasi tiga bek yang selama ini ia gunakan.
Dalam empat pertandingan pertamanya, Pocognoli merasakan hasil yang beragam. Skotlandia sempat bermain imbang tanpa gol di Slovenia, lalu kalah 3-0 dari Swiss setelah Jack Hendry mendapat kartu merah pada awal pertandingan. Mereka kemudian bangkit dengan kemenangan 2-0 di Makedonia Utara, sebelum kembali tumbang di kandang saat menghadapi Slovenia.
Dua kekalahan kompetitif beruntun di kandang menjadi yang pertama bagi Skotlandia dalam tujuh tahun. Dampaknya juga terasa pada target tim: peluang untuk memuncaki grup Nations League dan promosi ke Liga A kini berada dalam situasi sulit. Skotlandia pun berpotensi finis di posisi ketiga, yang berarti menghadapi undian lebih berat untuk Piala Eropa berikutnya.
Apakah Skotlandia kalah dalam pertarungan fisik?
Kapten Andy Robertson menilai Skotlandia kalah dalam pertarungan, sementara Pocognoli menyebut timnya kurang kuat saat berduel. Namun, sejumlah pengamat melihat masalahnya lebih luas daripada sekadar intensitas atau daya juang.
Mantan gelandang Hearts dan Rangers, Andy Halliday, menilai Slovenia tampil rapat, terorganisasi, energik, dan efektif saat menguasai maupun tanpa bola. Leanne Crichton juga menilai Slovenia mampu menganalisis permainan Skotlandia dari laga sebelumnya dan tampil lebih baik. Mantan bek Skotlandia Willie Miller melihat unsur duel yang kalah, sekaligus momen ketika timnya kalah kelas.
Formasi tiga bek kembali disorot
Pocognoli tetap memakai skema dengan tiga bek tengah dan dua wing-back yang bermain tinggi. Sistem itu sempat menunjukkan perkembangan setelah Skotlandia membaik pada babak kedua saat bermain imbang di Slovenia. Kemenangan meyakinkan di Makedonia Utara juga sempat menghadirkan respons positif. Kekalahan dari Swiss tidak sepenuhnya menjadi tolok ukur bagi sebagian pihak karena kartu merah Hendry datang pada awal laga.
Namun, ruang yang terbuka ketika Skotlandia kehilangan bola kembali menjadi perhatian setelah Slovenia mampu mengeksploitasi area di belakang wing-back. Halliday menilai bentuk permainan tanpa bola Pocognoli cukup proaktif, tetapi mengkritik kurangnya penetrasi dan pergerakan ke ruang di belakang lawan ketika Skotlandia menyerang.
Menurut Halliday, penggunaan banyak pemain di area tengah menuntut Skotlandia mampu memainkan bola melewati pusat lapangan. Karena itu, persoalan yang perlu dijawab Pocognoli bukan hanya apakah timnya cukup kuat dalam duel, melainkan juga bagaimana menjaga keseimbangan formasi dan menciptakan ancaman saat menguasai bola.
Pocognoli akan menghadapi dua pertandingan penutup kampanye Nations League pada bulan depan. Hasil dan penampilan Skotlandia dalam dua laga itu akan menjadi kesempatan berikutnya bagi sang pelatih untuk menjawab pertanyaan yang muncul setelah kekalahan di Hampden.
Untuk informasi lainnya, kunjungi informasi terbaru.
Sumber fakta: BBC Sport Football.


