Persaingan klub-klub di klasemen Liga Inggris setelah lima pertandingan

Klasemen Liga Inggris Usai Lima Laga: Tren Awal Bisa Jadi Petunjuk

LIGAORION – Klasemen Liga Inggris setelah lima pertandingan mungkin terlihat terlalu dini untuk dijadikan patokan. Namun, catatan beberapa musim terakhir menunjukkan posisi awal bisa memberi gambaran tentang arah persaingan, terutama di papan bawah.

Musim lalu, 13 dari 20 klub mengakhiri kompetisi dalam jarak empat posisi dari tempat mereka setelah lima laga. Jumlah itu setara dengan 65 persen peserta. Arsenal sudah berada di urutan kedua sebelum akhirnya menjadi juara, sementara Sunderland menempati posisi ketujuh dan mengakhiri musim di peringkat yang sama.

Dua dari tiga tim yang kemudian terdegradasi juga sudah berada di zona tiga terbawah pada tahap awal tersebut. Pola ini sejalan dengan catatan satu dekade terakhir: 138 dari 200 klub finis dalam jarak empat posisi dari posisi mereka setelah lima pertandingan. Sebanyak 27 tim bahkan menutup musim di peringkat yang sama.

Posisi puncak belum menjamin gelar

Meski posisi klasemen awal kerap bertahan, berada di puncak setelah lima laga bukan jaminan menjadi juara. Pemuncak klasemen pada fase tersebut hanya mengangkat trofi dalam satu dari enam musim terakhir, yakni Manchester City pada 2023-24. Dalam 11 musim terakhir, hal itu terjadi tiga kali.

Manchester City pernah memulai musim dengan lima kemenangan beruntun pada 2015-16 dan 2016-17, tetapi tidak menjadi juara pada kedua kesempatan itu. Chelsea pada 2018-19, Arsenal pada 2022-23, dan Liverpool musim lalu juga sempat memimpin dengan rekor sempurna setelah lima pertandingan, namun gagal mengakhiri musim sebagai kampiun.

Meski begitu, juara pada empat musim terakhir selalu berada di dua besar setelah lima laga. Catatan itu mengarah pada Manchester City atau Arsenal sebagai kandidat yang patut diperhatikan, dengan catatan potensi sanksi terhadap City masih menjadi faktor. City telah mengajukan banding atas putusan yang menyatakan mereka bersalah atas mayoritas dakwaan Premier League. Jika putusan itu bertahan, sanksi dapat berpengaruh besar terhadap klasemen.

Zona degradasi memberi sinyal lebih kuat

Di papan bawah, posisi juru kunci terlihat lebih mengkhawatirkan. Tim yang berada di dasar klasemen setelah lima laga terdegradasi dalam enam dari tujuh musim terakhir. Setidaknya satu klub dari tiga terbawah juga turun kasta dalam setiap delapan musim terakhir.

Tottenham disebut berada dalam situasi yang perlu dicermati setelah hanya finis satu posisi di atas zona degradasi dalam dua musim terakhir. Namun, catatan masa lalu memberi sedikit harapan: saat berada di dasar klasemen dengan dua poin setelah lima laga pada 2008-09, mereka akhirnya finis di posisi kedelapan setelah mengganti manajer.

Tren tiga musim terakhir juga menunjukkan bahwa klub yang akhirnya terdegradasi semuanya sudah berada di enam terbawah setelah lima pertandingan. Meski demikian, Leeds dan Southampton pada 2022-23 menjadi pengecualian penting: keduanya masih berada di paruh atas pada tahap tersebut sebelum akhirnya turun kasta.

Dengan demikian, klasemen awal dapat menjadi petunjuk, bukan kepastian. Papan atas belum tentu menetapkan juara, sementara posisi di dasar klasemen memiliki catatan risiko yang lebih kuat.

Untuk informasi lainnya, kunjungi informasi TOTOLAGI.

Sumber fakta: BBC Sport Football.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *