LIGAORION – Jude Bellingham semakin menonjol bersama Inggris di bawah arahan Thomas Tuchel. Gelandang Real Madrid itu tampil berpengaruh dalam rangkaian pertandingan terbaru, termasuk saat Inggris menang 3-0 atas Ceko di Wembley.
Hubungan Bellingham dan Tuchel kini terlihat jauh lebih harmonis dibandingkan beberapa bulan lalu. Perubahan itu menjadi salah satu perkembangan penting selama masa kepelatihan Tuchel, setelah sang pelatih pernah mengkritik perilaku Bellingham dan tidak memasukkannya ke dalam skuad pada Oktober tahun lalu.
Keputusan tersebut diambil saat Bellingham belum banyak bermain untuk Real Madrid setelah menjalani operasi bahu. Tuchel juga menekankan pentingnya semangat tim dan ikatan antarpemain. Kini, Bellingham tampak lebih menyatu dengan kelompok dan kembali menjadi bagian penting dari rencana Inggris.
Kebebasan bergerak membuka potensi Bellingham
Perubahan taktik Inggris setelah Piala Dunia memberi Bellingham ruang lebih luas untuk bergerak dan mencari posisi yang dianggapnya berbahaya. Asisten Tuchel, Anthony Barry, menjelaskan bahwa struktur permainan saat ini membuat Bellingham tidak terlalu terkunci pada satu posisi. Menurutnya, pendekatan tersebut sejauh ini membantu mengeluarkan kemampuan terbaik sang gelandang.
Dampak pendekatan itu terlihat jelas saat Inggris membantai Kroasia 7-0 di Rijeka. Inggris mengandalkan bek sayap yang maju, sementara para pemain sayap bergerak ke dalam. Bellingham mendapat keleluasaan untuk menjelajah ruang, sekaligus ikut menjalankan tekanan balik yang intens.
Penampilan tersebut melanjutkan tren positif Bellingham. Dalam turnamen besar sebelumnya, ia menjadi pemain putra Inggris pertama yang mencetak tujuh gol. Ia juga mampu merebut tempat di tim utama setelah sempat muncul perdebatan mengenai posisinya, saat Morgan Rogers tampil mengesankan sebagai gelandang serang.
Peran penting dalam rencana Inggris
Bellingham dan Harry Kane juga disebut semakin saling menghormati. Pada Selasa, Bellingham menyebut Kane sebagai pemain terbaik sepanjang masa Inggris. Keduanya kini menjadi bagian dari kuartet lini depan bersama Bukayo Saka dan Anthony Gordon yang telah mengukuhkan tempatnya, selama tidak ada cedera.
Dalam pertandingan melawan Ceko dan Kroasia, Bellingham mengakhiri laga sebagai kapten. Tuchel menilai bahwa pemain yang dipercaya mengenakan ban kapten pada akhir pertandingan memiliki peluang untuk menjadi kapten permanen. Ia juga merasa Bellingham menikmati kebersamaannya dengan tim saat ini.
Inggris masih memiliki pekerjaan besar untuk mengakhiri penantian gelar utama. Tiga kemenangan pada musim gugur belum menjadi jaminan, tetapi perubahan yang diterapkan Tuchel ditujukan agar tim bermain lebih bebas dan tetap berani menyerang ketika menghadapi tekanan. Dengan Bellingham sebagai salah satu pusat permainan, Inggris berharap dapat membawa pendekatan itu ke turnamen mendatang, termasuk Euro 2028 yang akan mereka co-host.
Untuk informasi lainnya, kunjungi kunjungi halaman ini.
Sumber fakta: ESPN Soccer.


