Manchester City menjadi sorotan setelah putusan pelanggaran aturan Premier League

Putusan Bersalah Manchester City Buka Potensi Tuntutan Kompensasi

LIGAORION – Putusan bersalah Manchester City atas 114 pelanggaran aturan Premier League membuka babak lanjutan dalam perkara yang melibatkan klub-klub rival. Proses banding dan penentuan sanksi masih harus berjalan, sementara kemungkinan tuntutan kompensasi juga menjadi perhatian.

City tetap membantah keras telah melakukan pelanggaran. Karena itu, penyelesaian melalui kesepakatan belum terlihat realistis. Temuan terkait dugaan penggelembungan dan kesalahan pelaporan pendapatan lebih dari £900 juta pada periode 2009 hingga 2018 berpotensi memicu pertanyaan tentang dampaknya terhadap klub lain.

Komisi independen yang menangani perkara City dan Premier League tidak memasukkan kompensasi bagi pihak yang merasa dirugikan ke dalam cakupan putusannya. Namun, pada September 2024, Arsenal, Tottenham, Liverpool, dan Manchester United telah meminta pengacara menyampaikan bahwa mereka mempertahankan hak untuk mengajukan tuntutan apabila City dinyatakan bersalah.

Langkah itu dilakukan agar opsi hukum mereka tetap terbuka di tengah batas waktu enam tahun sejak tuduhan pertama kali dipublikasikan Der Spiegel hingga putusan Premier League. Keempat klub tersebut kemungkinan menunggu kepastian sanksi sebelum memutuskan apakah akan mengajukan klaim dan bagaimana langkahnya.

Arsenal dan Liverpool menilai dampaknya panjang

Arsenal memiliki alasan tersendiri untuk memperhatikan perkara ini. Saat membangun Emirates Stadium, klub membiayai proyek itu sendiri dan terikat ketentuan pinjaman bank yang membatasi belanja gaji hingga 50 persen dari omzet. Dalam periode tersebut, Kolo Toure, Emmanuel Adebayor, Gael Clichy, Samir Nasri, dan Bacary Sagna pindah dari Arsenal ke City.

Meski ada kemungkinan perubahan terhadap catatan prestasi, penyesuaian gelar Arsenal belum tentu mencakup seluruh keberhasilan City sejak 2009. Perubahan, jika terjadi, lebih mungkin terbatas pada musim yang berkaitan dengan tuduhan. Arsenal belum memberikan komentar mengenai kemungkinan langkah hukum.

Liverpool, sementara itu, melihat dampak persaingan dengan City bukan hanya dari sisi gelar. Secara teknis, perubahan penghargaan pada periode terkait dapat memberi Liverpool satu gelar Premier League dari musim 2013-14 dan satu Piala Liga dari musim 2015-16.

Klub tersebut juga pernah finis sebagai runner-up liga dengan selisih satu poin dari City pada musim 2018-19 dan 2021-22. Liverpool mengumpulkan 97 poin pada musim pertama dan 92 poin pada musim berikutnya. Pihak klub menilai pengaruh finansial City turut membentuk persaingan pada masa itu, sementara kompensasi kelak belum tentu mengganti apa yang dirasa telah hilang.

Keputusan klub lain masih dinantikan

Manchester United dan Tottenham juga termasuk dalam empat klub yang telah mempertahankan hak untuk menuntut kompensasi. Dalam periode penyelidikan, United kalah dari City pada semifinal Piala FA 2011 dan kehilangan kesempatan menghadapi Stoke City di final.

Sumber yang dikutip ESPN memperkirakan City akan menghadapi tuntutan kompensasi dengan perlawanan hukum yang kuat. Seberapa jauh klub-klub rival bersedia menjalani proses panjang itu belum diketahui. Untuk saat ini, keputusan mengenai langkah berikutnya masih bergantung pada hasil banding dan kepastian sanksi.

Untuk informasi lainnya, kunjungi informasi TOTOLAGI.

Sumber fakta: ESPN Soccer.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *