LeBron James Siap Beradaptasi, Akui Luka Doncic Kini Jadi Andalan Lakers

LIGAORION – LeBron James menunjukkan kedewasaan dan kepemimpinan yang berbeda di musim ke-23 kariernya bersama Los Angeles Lakers. Megabintang berusia 41 tahun itu secara terbuka mengisyaratkan bahwa dirinya tidak lagi harus menjadi pusat permainan utama tim, terutama setelah kehadiran Luka Doncic sebagai poros baru Lakers.

Pernyataan tersebut mencuat di tengah performa positif Lakers yang berhasil meraih tiga kemenangan beruntun, meski tanpa diperkuat dua pemain inti, Austin Reaves dan Rui Hachimura, yang sama-sama mengalami cedera betis. Dalam periode itu, duet LeBron–Doncic tampil solid sebagai motor permainan tim.

“Dia luar biasa. Selalu membantu saya dan semua orang di lapangan. Efisien, cerdas, dan bisa melakukan segalanya,” ujar Doncic memuji LeBron. “Kami semakin padu dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.”

LeBron Menyesuaikan Diri dengan Luka

Luka Doncic Reacts to LeBron James' Injury After Lakers' Loss to Celtics to  End Streak

Menariknya, kebangkitan performa LeBron justru datang setelah ia menyesuaikan gaya bermainnya dengan Doncic. Setelah sempat kesulitan usai kembali dari cedera linu panggul—hanya mencetak rata-rata 14 poin dalam enam laga awal—LeBron kini terlihat jauh lebih nyaman dan efektif.

Menurut LeBron, tidak ada alasan bagi Doncic untuk mengubah permainannya demi dirinya.

“Luka adalah andalan tim ini. Dia tidak perlu menyesuaikan diri dengan saya. Justru saya yang harus menyesuaikan permainan dengannya,” kata LeBron.
“Dia pemain pick-and-roll yang luar biasa dan pencetak poin elit. Ketika pertahanan fokus kepadanya, tugas kami adalah berada di posisi yang tepat,” tambahnya.

Pendekatan tersebut memperlihatkan pergeseran peran LeBron, dari sosok utama menjadi figur penyeimbang yang tetap berpengaruh besar dalam dinamika permainan.

Redick: LeBron Tahu Cara Menang

LeBron James excited by 'special' Luka Doncic link up at LA Lakers - BBC  Sport

Pelatih Lakers, JJ Redick, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meragukan kemampuan LeBron untuk kembali ke performa tinggi, meski faktor usia dan cedera menjadi tantangan tersendiri.

“Saya mengenal LeBron dan etos kerjanya. Tugas saya adalah memahami apa yang bisa dia berikan dari satu pertandingan ke pertandingan lain,” ujar Redick.
Ia bahkan mengibaratkan LeBron seperti Greg Maddux di penghujung kariernya—tidak selalu dominan, tetapi selalu tahu cara memenangkan pertandingan.

“Kadang dia memberi arahan, kadang saya yang mengatur. Keduanya sama-sama bisa berjalan,” tambah Redick.

Manajemen Menit Jadi Kunci

Dengan usia yang telah menginjak 41 tahun dan status sebagai pemain dengan total menit bermain terbanyak dalam sejarah NBA, LeBron menyadari pentingnya pengelolaan kondisi fisik. Ia bahkan belum memastikan apakah akan tampil di setiap laga back-to-back Lakers musim ini, termasuk saat menghadapi San Antonio Spurs.

“Setiap pertandingan beruntun akan dievaluasi. Saya 41 tahun dan sudah bermain sangat lama di liga ini,” ucap LeBron.

Pendekatan realistis tersebut menegaskan bahwa Lakers kini membangun tim dengan keseimbangan baru—memaksimalkan kehebatan Luka Doncic, sembari memanfaatkan kecerdasan dan pengalaman LeBron James untuk tetap bersaing di level tertinggi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *