Ligaorion – Kesempatan untuk menembus Kopi Good Day DBL Camp 2026 masih terbuka lebar bagi para student athlete SMA melalui program Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026. Program ini dirancang sebagai jalur alternatif bagi pemain yang belum terpilih sebagai First Team, Second Team, maupun berasal dari sekolah yang belum berpartisipasi di kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day.

Sebanyak 68 pebasket putra dan putri dari wilayah Jakarta ambil bagian dalam seleksi ini. Dari jumlah tersebut, hanya enam pemain terbaik yang akan dipilih—terdiri dari tiga putra dan tiga putri—untuk melangkah ke DBL Camp 2026 dan bersaing di level nasional.
Persaingan Ketat di Bawah Pantauan Pelatih dan Perbasi DKI Jakarta
Proses seleksi Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 dipimpin langsung oleh jajaran DBL Academy bersama perwakilan Perbasi DKI Jakarta. Dua nama berpengalaman, Abrizalt Hasiholan (DBL Selection 2012) dan Sani Wulandari (DBL Indonesia All-Star 2023), turut terlibat dalam penilaian peserta.


Pada hari kedua seleksi yang berlangsung Sabtu, 31 Januari 2026 di Ancol Hoops Basketball Court, Jakarta Utara, Coach Abrizalt menegaskan bahwa standar yang diterapkan cukup tinggi. Peserta dinilai tidak hanya dari kemampuan fisik, tetapi juga pemahaman dasar permainan bola basket agar mampu mengikuti intensitas latihan di DBL Camp nantinya.
Materi Seleksi Dirancang Menyerupai Intensitas DBL Camp
Program Road to DBL Camp 2026 digelar selama tiga hari dengan menu latihan yang komprehensif. Tahapan seleksi dimulai dari measurement test untuk mengukur aspek fisik, dilanjutkan dengan uji skill individu, offensive concept, serta latihan one on one.
Pada hari kedua, fokus latihan beralih ke aspek pertahanan (defense), sebelum seluruh materi offense dan defense dirangkai menjadi part of the game pada hari ketiga. Pendekatan ini bertujuan membiasakan peserta dengan pola latihan dan tuntutan kompetisi di level DBL Camp.
Jalan Pembuktian Menuju DBL Indonesia All-Star
Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 menjadi titik awal penting bagi pemain yang sebelumnya belum mendapatkan sorotan. Melalui jalur ini, mereka memiliki ruang untuk membuktikan kapasitas dan mental bertanding di hadapan pelatih nasional.
Enam pemain terpilih nantinya akan bergabung dengan campers dari seluruh Indonesia di DBL Camp 2026. Dari sana, akan disaring skuad DBL Indonesia All-Star yang berkesempatan menjalani program pengembangan dan menimba ilmu basket langsung di Amerika Serikat.
Program ini bukan sekadar seleksi, tetapi juga bekal mental dan teknis agar para pemain siap bersaing di level tertinggi. Road to DBL Camp pun menjadi simbol bahwa mimpi menuju panggung nasional masih bisa dikejar lewat kerja keras dan konsistensi.


