
LIGAORION – Malam penuh emosi akhirnya datang untuk Rick Carlisle. Pelatih Indiana Pacers itu resmi mencatatkan 1.000 kemenangan sepanjang karier kepelatihannya di NBA setelah membawa timnya menang tipis 114-112 atas Charlotte Hornets, Kamis malam (8/1 waktu AS).
Kemenangan ini terasa sangat spesial karena datang setelah Pacers melewati periode kelam: 13 kekalahan beruntun, rekor terburuk dalam sejarah franchise. Carlisle pun menjadi pelatih ke-11 dalam sejarah NBA yang menembus angka 1.000 kemenangan, sekaligus yang pertama sejak Doc Rivers mencapainya pada 2021.
Emosi Lega Usai Bulan Penuh Tekanan

Pacers memastikan kemenangan lewat lima poin krusial di menit akhir. Pascal Siakam mencetak layup penentu saat waktu tersisa 11,5 detik, lalu TJ McConnell mencuri bola dari inbound Hornets. Meski Ben Shepard hanya memasukkan satu dari dua lemparan bebas, Charlotte gagal memanfaatkan peluang terakhir setelah tembakan Collin Sexton melenceng.
“Saya sangat senang untuk para pemain kami. Sebulan terakhir benar-benar menantang,” ujar Carlisle usai laga sambil memeluk staf dan pemain. “Kami punya kelompok pemain luar biasa yang terus berjuang, bahkan di saat paling sulit.”
Pascal Siakam Jadi Kunci Kebangkitan Pacers
Siakam tampil gemilang dengan 30 poin dan 14 rebound, termasuk tembakan kemenangan yang memutus tren buruk Pacers. Ia mencatatkan 12 dari 23 tembakan masuk, tiga di antaranya tripoin.
“Pascal adalah salah satu pemain paling luar biasa yang pernah saya temui. Dia selalu memberi sentuhan spesial di momen penting,” puji Carlisle.
Kontribusi lain datang dari TJ McConnell dengan 23 poin dari bangku cadangan, Aaron Nesmith (16 poin), dan Jay Huff (10 poin).
Di kubu Hornets, LaMelo Ball mencetak 33 poin meski memulai laga dari bangku cadangan karena masalah pergelangan kaki. Miles Bridges menyumbang 19 poin, Kon Knueppel 18 poin, dan Sexton menutup laga dengan 11 poin.
Tonggak Sejarah di Tengah Musim Sulit

Pencapaian 1.000 kemenangan ini terasa kontras dengan kondisi Pacers musim ini. Cedera Tyrese Haliburton di Final NBA musim lalu dan badai cedera awal musim membuat Indiana hanya menang dua kali dari 18 laga pembuka, lalu terpuruk dengan 13 kekalahan beruntun hingga terdampar di dasar klasemen NBA.
Meski demikian, banyak pihak tak meragukan kualitas Carlisle. Pelatih New York Knicks, Mike Brown, yang pernah menjadi asistennya, menyebut Carlisle sebagai pelatih kaliber Hall of Fame.
“Ia sangat berpengaruh dalam perjalanan karier saya. Rick adalah tipe pelatih yang memberi dorongan saat Anda paling membutuhkannya,” kata Brown.
Perjalanan Panjang Seorang Legenda
Carlisle menempuh jalan panjang dari kota kecil di New York hingga menjadi juara NBA bersama Boston Celtics musim 1985–86, sebelum sukses besar di dunia kepelatihan bersama Detroit Pistons, Dallas Mavericks, dan dua periode bersama Indiana Pacers.
Kini, dengan rekor 1.000 kemenangan dan 891 kekalahan, Carlisle menegaskan statusnya sebagai salah satu pelatih paling konsisten dan adaptif dalam sejarah NBA—mampu bertahan dari era permainan klasik hingga basket modern yang serba cepat dan sarat tripoin.


