Ligaorion – Kekalahan Persija Jakarta dari Arema FC pada lanjutan pekan ke-20 BRI Super League 2025/26 meninggalkan evaluasi besar bagi tim tuan rumah. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (8/2/2026), Macan Kemayoran harus menyerah dengan skor 0-2 meski tampil dominan sepanjang laga.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, menilai hasil tersebut bukan semata soal penguasaan bola, melainkan efektivitas permainan dan kualitas pengambilan keputusan di momen krusial.
Babak Pertama Jadi Sorotan Utama
Souza mengungkapkan bahwa masalah Persija sudah terlihat sejak babak pertama. Menurutnya, Arema FC sebenarnya memberikan ruang yang bisa dimanfaatkan, namun Persija gagal mengoptimalkannya.

Persija mampu memasuki area yang diinginkan, tetapi keputusan akhir dan eksekusi teknis justru tidak berjalan sesuai rencana. Hal tersebut membuat tekanan yang dibangun tidak berbuah peluang berbahaya.
Perubahan Strategi di Babak Kedua
Memasuki paruh kedua, Mauricio Souza melakukan penyesuaian taktik dengan menukar peran Alaeddine Ajaraie dan Maxwell Souza. Ajaraie digeser ke sisi kiri, sementara Maxwell dimainkan lebih dekat ke Gustavo Almeida sebagai penyerang pendukung.

Perubahan ini membuat Persija tampil lebih agresif dan menguasai jalannya pertandingan. Arema FC pun lebih banyak bertahan dan mengandalkan umpan-umpan panjang untuk memanfaatkan serangan balik.
Masalah Transisi Jadi Penentu Kekalahan
Meski tampil lebih menekan di babak kedua, Persija kembali kebobolan dalam situasi transisi. Souza menilai organisasi tim saat berpindah dari fase menyerang ke bertahan tidak berjalan dengan baik.
Ruang yang terbuka dimanfaatkan Arema FC untuk melancarkan serangan balik cepat, yang akhirnya berujung gol kedua bagi tim tamu.
Evaluasi Besar untuk Persija
Mauricio Souza menegaskan bahwa performa Persija di babak kedua sebenarnya menunjukkan peningkatan signifikan. Namun, kelemahan di babak pertama serta kurangnya disiplin saat transisi menjadi faktor utama kegagalan meraih poin.
Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Persija Jakarta untuk memperbaiki efektivitas serangan dan keseimbangan permainan sebelum menghadapi laga-laga berikutnya di BRI Super League.


