LigaOrion News – Liverpool kembali menunjukkan ambisi besar di bursa transfer musim panas 2026. The Reds resmi mengamankan tanda tangan bek muda Rennes, Jeremy Jacquet, dengan nilai transfer mencapai 60 juta pounds. Pemain berusia 20 tahun itu dijadwalkan bergabung ke Anfield pada awal musim depan.
Transfer ini langsung menyita perhatian publik sepak bola Eropa. Liverpool memang tengah menghadapi situasi yang belum sepenuhnya stabil di lini belakang, dengan masa depan beberapa bek senior yang masih belum pasti. Regenerasi pun menjadi kebutuhan mendesak bagi skuad asuhan mereka.
Jeremy Jacquet, Investasi Jangka Panjang Liverpool
Jacquet datang ke Premier League dengan reputasi yang sangat menjanjikan. Penampilannya bersama Rennes di Ligue 1 membuatnya menjadi salah satu bek muda paling diburu di Eropa. Sejumlah klub elite, termasuk Chelsea, sempat dikaitkan dengan namanya sebelum Liverpool akhirnya memenangkan perburuan.

Kehadirannya di Anfield dipandang sebagai investasi jangka panjang. Di usia yang masih sangat muda, Jacquet dinilai memiliki atribut lengkap sebagai bek modern: kuat dalam duel, cepat, serta mampu membangun serangan dari lini belakang.
Langkah Liverpool merekrutnya juga menunjukkan fokus klub pada proyek masa depan, bukan sekadar solusi instan.
Disebut Mirip Virgil van Dijk
Laurent Viaud, mantan pelatih tim muda Rennes yang pernah menangani Jacquet, memberikan penilaian tinggi terhadap sang pemain. Ia menilai Liverpool telah merekrut sosok yang sangat tepat untuk memperkuat pertahanan.
Menurut Viaud, Jacquet memiliki banyak kesamaan dengan kapten Liverpool, Virgil van Dijk. Kemiripan itu terlihat dari postur fisik, kecepatan, hingga kemampuan membaca permainan.
Ia bahkan menyebut Jacquet memiliki kecepatan yang sangat impresif dan berpotensi berkembang lebih jauh jika mampu belajar langsung dari pemain seperti Van Dijk. Dengan bimbingan yang tepat, Jacquet diyakini bisa menjadi pilar utama pertahanan Liverpool dalam beberapa tahun ke depan.


Menariknya, perjalanan karier Jacquet tidak dimulai sebagai bek. Ia awalnya berposisi sebagai gelandang sebelum akhirnya dialihkan ke lini belakang oleh staf pelatih Rennes, yang melihat potensi defensif luar biasa dalam dirinya.
Gabungan Desailly dan Blanc?
Tak hanya dibandingkan dengan Van Dijk, Jacquet juga disebut sebagai kombinasi dua legenda Prancis: Marcel Desailly dan Laurent Blanc.


Perbandingan tersebut merujuk pada keseimbangan gaya bermainnya. Ia agresif dan tangguh dalam bertahan seperti Desailly, namun juga tenang dan cerdas saat mengalirkan bola dari belakang seperti Blanc.
Desailly dikenal sebagai bek tangguh yang sukses bersama AC Milan dan Chelsea, sementara Blanc memiliki reputasi sebagai bek elegan yang pernah memperkuat Inter Milan, Manchester United, hingga Barcelona.
Jika potensi tersebut benar-benar berkembang di Premier League, bukan tidak mungkin Jacquet akan menjadi wajah baru pertahanan Liverpool di era berikutnya.
Tantangan Besar di Premier League
Meski memiliki reputasi gemilang di Ligue 1, tantangan sebenarnya baru akan dimulai di Inggris. Intensitas dan tempo Premier League menuntut konsistensi tinggi, terutama bagi pemain bertahan.
Namun dengan usia yang masih 20 tahun dan dukungan sistem pengembangan Liverpool, Jacquet memiliki waktu serta ruang untuk beradaptasi.
Transfer ini menjadi sinyal kuat bahwa Liverpool tengah membangun fondasi baru di lini belakang. Kini, publik Anfield menanti apakah Jeremy Jacquet benar-benar mampu menjawab ekspektasi besar dan menjadi suksesor Virgil van Dijk di masa depan.


