LigaOrion : Era Disiplin Ketat Hansi Flick di Barcelona, Denda Fantastis untuk Pemain Terlambat

LigaOrion – Perubahan besar tengah terjadi di ruang ganti FC Barcelona sejak kedatangan pelatih anyar, Hansi Flick. Juru taktik asal Jerman tersebut mulai menerapkan standar disiplin yang jauh lebih tegas demi membangun kembali mentalitas juara Blaugrana.

Salah satu fokus utama Flick adalah ketepatan waktu. Bagi mantan pelatih timnas Jerman itu, datang tepat waktu bukan sekadar rutinitas, melainkan cerminan rasa hormat terhadap rekan setim, klub, dan suporter.

Aturan Baru: Telat Berarti Denda

Dua pemain Barcelona, Pedri dan Ferran Torres, membocorkan detail aturan baru tersebut saat tampil di acara televisi populer Spanyol, El Hormiguero.

Pedri menjelaskan bahwa musim ini pendekatan terhadap pelanggaran waktu berubah drastis. Jika sebelumnya pemain yang terlambat bisa dicoret dari skuad pertandingan, kini hukuman lebih difokuskan pada sanksi finansial.

Menurutnya, sistem denda membuat para pemain berpikir dua kali sebelum melanggar aturan. Tidak ada toleransi, siapa pun statusnya di tim utama.

Flick sendiri sebelumnya telah menegaskan bahwa keterlambatan merupakan bentuk kurangnya rasa hormat, bukan kepada dirinya pribadi, melainkan kepada seluruh elemen klub.

Denda Rp700 Juta untuk Telat 10 Menit

Ferran Torres kemudian mengungkap nominal yang mengejutkan. Ia menyebut bahwa keterlambatan 10 menit pada hari pertandingan bisa berujung denda sebesar 40.000 euro atau setara sekitar Rp700 juta.

Ferran reaches 14 goals and pulls away as Barça's Pichichi

Jumlah tersebut menjadi bukti bahwa Flick benar-benar serius membangun budaya profesionalisme di Barcelona. Torres bahkan sempat bercanda bahwa denda untuk keterlambatan lebih lama mungkin akan terasa jauh lebih “menyakitkan”.

Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibanding sekadar hukuman teknis, karena berdampak langsung pada tanggung jawab pribadi setiap pemain.

Kasus Jules Kounde Jadi Peringatan

Sebelum kebijakan denda besar diberlakukan, Flick sempat menerapkan hukuman teknis kepada Jules Kounde. Bek asal Prancis tersebut beberapa kali harus memulai pertandingan dari bangku cadangan akibat datang terlambat ke pertemuan tim.

Jules Kounde equals Thierry Henry's 121 matches for FC Barcelona

Musim lalu, Kounde tercatat tiga kali kehilangan kesempatan tampil sebagai starter karena pelanggaran disiplin. Keputusan itu menjadi pesan jelas bahwa tidak ada pemain yang kebal terhadap aturan, termasuk bintang utama sekalipun.

Membangun Mentalitas Juara

Langkah tegas Hansi Flick ini menjadi bagian dari proyek besar membangun kembali identitas Barcelona sebagai tim dengan standar profesional tinggi. Disiplin, kerja keras, dan rasa hormat kini menjadi fondasi utama di ruang ganti.

Dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan konsekuensi nyata bagi pelanggaran, Barcelona berharap bisa kembali bersaing di level tertinggi, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.

Ikuti perkembangan terbaru seputar Barcelona dan sepak bola Eropa hanya di LigaOrion, portal berita bola SEO friendly dan terpercaya untuk pecinta sepak bola Indonesia. ⚽

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *