
LIGAORION – LeBron James dipastikan tidak memperkuat Los Angeles Lakers pada laga tandang melawan San Antonio Spurs, Rabu (7/1) waktu Amerika Serikat. Bintang veteran NBA itu harus menepi akibat radang sendi di kaki kiri serta nyeri saraf skiatika di kaki kanan.
Keputusan absennya LeBron diumumkan sekitar satu setengah jam sebelum tip-off. Dengan tambahan satu laga yang terlewat, pemain berusia 41 tahun tersebut kini telah mencapai batas maksimal ketidakhadiran yang membuatnya tidak lagi memenuhi syarat untuk meraih penghargaan individu NBA musim ini.
Aturan 65 Laga Jadi Penghalang
Selama 21 musim berturut-turut, LeBron James selalu terpilih masuk tim All-NBA. Namun, aturan baru NBA yang mensyaratkan pemain tampil minimal 65 pertandingan berpotensi menghentikan rekor luar biasa tersebut.
Absennya melawan Spurs menjadi laga ke-17 yang dilewatkan LeBron pada musim NBA 2025–2026. Artinya, ia harus tampil di seluruh sisa pertandingan musim reguler jika ingin mengejar batas minimal tersebut—sesuatu yang dinilai sulit mengingat kondisi fisik dan faktor usia.
Masalah Fisik Sejak Awal Musim
LeBron memulai musim NBA ke-23 dengan kondisi yang kurang ideal. Ia baru melakoni debut pada 18 November 2025 setelah melewatkan 14 pertandingan awal akibat pemulihan cedera skiatika. Sejak kembali bermain, laga melawan Spurs menjadi kali ketiga ia tidak masuk dalam daftar pemain aktif.
Meski demikian, LeBron menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menjaga kondisi tubuh, terutama menjelang fase krusial musim dan peluang Lakers di babak playoff.
LeBron Tak Khawatir Soal Penghargaan
Usai membantu Lakers menang 111-103 atas New Orleans Pelicans, Selasa (6/1) waktu setempat, LeBron mengakui bahwa statusnya di laga-laga beruntun ke depan akan selalu bergantung pada respons tubuhnya.
“Setiap pertandingan back-to-back untuk sisa musim ini akan selalu jadi tanda tanya,” ujar LeBron.
“Saya berusia 41 tahun dan memegang rekor menit bermain terbanyak sepanjang sejarah NBA. Itu jawabannya,” tambahnya.
Dalam kemenangan tersebut, LeBron tampil impresif dengan 30 poin, 8 rebound, dan 8 assist, membantu Lakers mencatatkan tiga kemenangan beruntun.
Produktivitas Masih Stabil di Usia 41 Tahun
Musim lalu, LeBron masuk All-NBA Second Team dan finis di peringkat keenam voting MVP setelah tampil dalam 70 pertandingan. Namun musim ini, produktivitasnya sedikit menurun dengan rata-rata 21,7 poin, 5,4 rebound, dan 6,8 assist per gim.
Meski kerap diganggu cedera dalam beberapa musim terakhir, performa LeBron tetap dianggap elit. Bedanya, kini aturan ketat NBA membuat konsistensi kehadiran di lapangan menjadi faktor krusial dalam perebutan penghargaan individu.
Dengan usia dan pengalaman panjangnya, LeBron James tampaknya lebih memilih kesehatan jangka panjang dan peluang playoff ketimbang mengejar rekor personal—sebuah keputusan realistis di fase akhir karier legendarisnya.


