
LIGAORION – Mantan bos tim Formula 1 Haas, Guenther Steiner, resmi memulai petualangan barunya di dunia balap roda dua. Sejak 1 Januari 2026, pria asal Italia itu menjabat sebagai CEO sekaligus pemilik bersama tim Tech3, menandai langkah besar dari F1 ke MotoGP.
Steiner mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada MotoGP bukan keputusan mendadak. Ia menilai balap motor menawarkan dinamika kompetisi yang jauh lebih intens, terutama dalam hal duel jarak dekat dan peran krusial pembalap di atas lintasan.
Daya Tarik MotoGP di Mata Guenther Steiner
Menurut Steiner, salah satu perbedaan paling mencolok antara MotoGP dan Formula 1 adalah pengaruh langsung pembalap terhadap hasil balapan.
Di MotoGP, pembalap dituntut menaklukkan motor berteknologi tinggi sambil bertarung head-to-head dalam jarak yang sangat rapat. Hal inilah yang membuat Steiner merasa MotoGP menghadirkan sensasi kompetisi yang lebih “mentah” dan penuh adrenalin.
Ia mengaku telah lama mengagumi balap motor, namun baru pada musim 2026 mendapat kesempatan untuk terlibat langsung sebagai bagian dari manajemen tim.

1. Fokus Bangun Fondasi Jangka Panjang
Meski membawa pengalaman hampir 40 tahun di dunia motorsport, Steiner menegaskan tidak akan melakukan perubahan drastis dalam waktu singkat. Ia sangat menghormati identitas Tech3 sebagai salah satu tim independen tertua di MotoGP.
Steiner tetap melibatkan Hervé Poncharal, pendiri Tech3, sebagai konsultan utama, serta bekerja sama dengan Richard Coleman sebagai kepala tim. Pendekatan ini dipilih agar transisi berjalan stabil dan berkelanjutan.
Target Steiner cukup realistis. Ia memperkirakan membutuhkan waktu tiga hingga lima tahun untuk membangun struktur tim yang benar-benar solid dan kompetitif di level tertinggi MotoGP.
Kesuksesan Jorge Martin sebagai juara dunia bersama tim independen pada musim 2024 menjadi bukti nyata bahwa tim non-pabrikan memiliki peluang besar untuk meraih gelar juara dunia. Hal tersebut menjadi sumber motivasi tambahan bagi Steiner untuk mengembalikan kejayaan Tech3.
2. Marc Marquez Disebut Setara Max Verstappen

Dalam membahas peta kekuatan pembalap MotoGP, Guenther Steiner memberikan pujian khusus kepada dua legenda besar, Valentino Rossi dan Marc Marquez.
Menurut Steiner, Marc Marquez memiliki dominasi dan aura juara yang setara dengan Max Verstappen di Formula 1.
Ia menilai Marquez memiliki keunggulan alami yang sulit ditandingi, sementara Valentino Rossi dianggap sebagai figur ikonik yang bukan hanya hebat di lintasan, tetapi juga memiliki karakter unik yang membentuk wajah MotoGP modern.
Dengan Marquez kini mengoleksi sembilan gelar juara dunia, Steiner merasa momentum MotoGP saat ini sangat ideal untuk memulai karier barunya di roda dua, di tengah persaingan yang semakin terbuka dan merata.
Kesimpulan
Masuknya Guenther Steiner ke MotoGP menambah warna baru dalam persaingan manajerial di paddock. Dengan pengalaman panjang dari Formula 1 dan pendekatan jangka panjang bersama Tech3, Steiner berpotensi menjadi salah satu figur kunci dalam peta kekuatan MotoGP beberapa musim ke depan.
Ikuti terus berita MotoGP, Formula 1, dan dunia motorsport terbaru hanya di LIGAORION.


