


LigaOrion – Pelatih Napoli, Antonio Conte, melontarkan kritik tajam yang diyakini mengarah kepada mantan pelatih Manchester United, Ruben Amorim. Conte menilai ada kesalahan pendekatan dalam penanganan striker muda Rasmus Hojlund saat masih bermain di Old Trafford.
Performa Hojlund bersama Napoli menjadi sorotan utama. Sejak bergabung dengan klub Serie A tersebut, penyerang asal Denmark itu menunjukkan perkembangan signifikan dan tampil tajam di berbagai ajang. Kontribusinya di lini depan Napoli dinilai jauh lebih efektif dibandingkan saat masih berseragam Manchester United.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan periode Hojlund di Inggris. Di bawah arahan Amorim, ia kerap kesulitan menemukan ritme permainan dan gagal tampil konsisten. Situasi itu berujung pada keputusan klub untuk melepasnya pada bursa transfer musim panas lalu.
Antonio Conte menilai kegagalan tersebut bukan semata kesalahan pemain. Ia menegaskan bahwa pelatih seharusnya mampu menyesuaikan metode dengan karakter pemain, terutama mereka yang masih muda. Menurutnya, pendekatan yang terlalu kaku justru dapat menghambat perkembangan striker potensial seperti Hojlund.
Padahal, Hojlund disebut memiliki keinginan kuat untuk bertahan dan membuktikan kualitasnya di Manchester United. Namun, perubahan arah kebijakan klub membuatnya tidak lagi masuk rencana utama tim, hingga akhirnya menerima tawaran pindah ke Napoli dengan status pinjaman disertai kewajiban pembelian.
Keputusan itu terbukti tepat. Sejak merumput di Stadio Diego Armando Maradona, Hojlund telah mencetak sembilan gol di semua kompetisi. Di Serie A, ia mengoleksi enam gol dari 16 penampilan, ditambah dua gol di Liga Champions dan satu gol di Supercoppa Italiana.
Kontribusi Hojlund turut membantu Napoli meraih gelar Supercoppa Italiana setelah mengalahkan Bologna dengan skor 2-0 pada Desember lalu. Penampilannya semakin memperkuat reputasi Conte sebagai pelatih yang mampu memaksimalkan potensi pemain muda.
Sementara itu, perjalanan Ruben Amorim di Manchester United berakhir lebih cepat dari perkiraan. Ia resmi diberhentikan pada awal Januari, dengan laporan menyebutkan hubungan yang memburuk dengan manajemen klub. Skema 3-4-3 andalannya juga disebut tidak sepenuhnya mendapat dukungan internal.
Menjelang laga Serie A melawan Sassuolo, Conte melontarkan pernyataan yang dinilai sebagai sindiran langsung terhadap gaya kepelatihan tersebut. Ia mengkritik pelatih muda yang enggan beradaptasi dan lebih memilih menyalahkan pemain ketika hasil tidak sesuai harapan.
Napoli kini fokus menjaga persaingan di papan atas Serie A dan berupaya terus menekan pemuncak klasemen Inter Milan. Konsistensi Rasmus Hojlund di lini depan menjadi salah satu kunci penting dalam ambisi Partenopei musim ini.


