LigaOrion News – Pengumuman daftar pemain All-Star NBA 2026 langsung memicu perdebatan panas di kalangan penggemar dan pengamat basket dunia. Sejumlah bintang besar dipastikan absen, termasuk dua pilar Los Angeles Clippers, Kawhi Leonard dan James Harden, meski performa individu keduanya dinilai sangat layak untuk tampil di laga prestisius tersebut.
All-Star Game tahun ini terasa semakin sensitif karena akan digelar di Los Angeles, markas Clippers. Absennya dua pemain utama tuan rumah membuat atmosfer euforia berubah menjadi tanda tanya besar.
Performa Gemilang Kawhi Leonard Tak Cukup Mengantar ke All-Star
Kawhi Leonard menjalani musim yang impresif dan disebut-sebut sebagai salah satu pemain terbaik NBA 2026. Ia memimpin Clippers dengan rata-rata 27,7 poin per pertandingan, masuk jajaran tujuh besar pencetak angka terbanyak liga, sekaligus menunjukkan efisiensi tinggi dalam tembakan bebas dan kontribusi defensif.

Kebangkitan performa Leonard juga berbanding lurus dengan tren positif Clippers sejak pertengahan musim. Namun, semua itu ternyata belum cukup untuk membuat namanya masuk ke daftar All-Star final, keputusan yang dianggap mengejutkan oleh banyak pihak.
James Harden Kembali Gagal Meski Tetap Konsisten
Nasib serupa dialami James Harden. Mantan MVP NBA itu mencatatkan 25,4 poin, 8,1 asis, dan 3,1 tripoin per gim, angka yang masih mencerminkan statusnya sebagai pemain elite.

Meski demikian, Harden kembali tersingkir dari pemilihan All-Star. Ini menjadi kegagalan kelima dalam enam musim terakhir bagi pemain yang sebelumnya sudah 11 kali tampil di All-Star Game, sebuah tren yang menimbulkan diskusi soal perubahan standar seleksi pemain.
Deretan Bintang NBA Lain yang Tak Terpilih
Selain duo Clippers, sejumlah pemain unggulan lainnya juga harus menerima kenyataan pahit tidak terpilih sebagai All-Star NBA 2026.
- Paolo Banchero (Orlando Magic) tampil konsisten dengan kontribusi poin, rebound, dan asis, namun faktor rekor tim serta cedera awal musim diduga memengaruhi penilaian.
- Desmond Bane, rekan setim Banchero, juga gagal meski menjadi pilar penting Magic sepanjang musim.
- Joel Embiid (Philadelphia 76ers) kembali absen akibat keterbatasan jumlah pertandingan karena cedera.
- Michael Porter Jr., yang mencatatkan musim terbaiknya bersama Brooklyn Nets, tersingkir karena performa tim yang kurang kompetitif.
- Brandon Ingram (Toronto Raptors) harus rela melihat rekan setimnya Scottie Barnes menjadi satu-satunya wakil Raptors.
- Lauri Markkanen (Utah Jazz) kembali tidak terpilih meski masuk jajaran top scorer NBA musim ini.
Format Baru All-Star NBA Jadi Sorotan Tambahan
Kontroversi All-Star 2026 tak hanya soal pemain yang absen, tetapi juga perubahan format pertandingan. NBA resmi meninggalkan konsep klasik Timur vs Barat dan menggantinya dengan format turnamen tiga tim.
Dua tim berisi pemain Amerika Serikat dan satu tim berisi bintang internasional akan bertanding dalam sistem round-robin dengan durasi laga lebih singkat. Dua tim terbaik akan melaju ke partai final untuk memperebutkan gelar juara.
Liga juga menetapkan kuota minimal pemain demi menjaga keseimbangan komposisi, meski proses pemilihan pemain inti dan cadangan tetap mengandalkan suara penggemar, pemain, media, serta pelatih.
All-Star 2026, Spektakuler namun Sarat Perdebatan
Dengan absennya banyak pemain bintang dan format baru yang belum sepenuhnya diterima semua pihak, All-Star NBA 2026 diprediksi akan menjadi salah satu edisi paling kontroversial dalam beberapa tahun terakhir.
Bagi penggemar Clippers, momen ini terasa semakin pahit karena laga akbar digelar di kota sendiri tanpa kehadiran dua ikon utama tim. Namun di sisi lain, NBA kembali menunjukkan bahwa All-Star bukan sekadar soal statistik, melainkan hasil dari kombinasi performa, narasi musim, dan dinamika pemilihan yang kompleks.


