LIGAORION – Hearts dan Hibernian akan bertemu dalam semifinal Piala Liga Skotlandia di Hampden pada Minggu. Derbi Edinburgh ini menjadi kesempatan bagi kedua klub untuk melangkah ke final, dengan kondisi tim yang kontras menjelang pertandingan.
Hearts berada di posisi ketiga Premiership dan baru saja meraih kemenangan derbi ketiga secara beruntun pada awal September. Sebaliknya, Hibernian menempati posisi kedua dari bawah dan hanya mengumpulkan dua poin dari delapan laga terakhirnya.
Antusiasme pendukung juga berbeda. Hearts telah menghabiskan jatah tiket awal dalam tiga hari, lalu memperoleh alokasi tambahan hingga jumlah suporternya melampaui 23.000. Lebih dari 18.000 pendukung Hibernian diperkirakan hadir, meski masih ada sejumlah kursi kosong di sisi lain stadion nasional tersebut.
Rekor derbi di Hampden berpihak kepada Hearts
Rivalitas kedua klub telah berlangsung sejak Hari Natal 1875. Namun, mereka baru bertemu di wilayah selatan Glasgow pada 2006. Saat itu, Hearts menang 4-0 di semifinal setelah Paul Hartley mencetak hat-trick, sementara dua pemain Hibernian mendapat kartu merah.
Hearts juga menang 5-1 pada final 2012. Dua pertemuan semifinal terakhir, pada 2020 dan 2022, berakhir dengan skor 2-1 untuk Hearts. Pertandingan 2020 diwarnai kegagalan penalti Hibernian, sedangkan pada 2022 tim tersebut kembali kehilangan pemain karena kartu merah.
Seluruh kemenangan Hearts atas Hibernian di Hampden terjadi dalam Piala Skotlandia. Catatan itu memberi tim asuhan Wouter Vrancken modal sejarah, meski semifinal kali ini merupakan pertandingan baru dengan situasi berbeda.
Vrancken dan Reedijk menghadapi tantangan berbeda
Laga ini menjadi pertemuan kompetitif pertama antara Vrancken dan Marink Reedijk. Keduanya sama-sama menangani klub di Belgia musim lalu. Vrancken membawa Sint-Truiden finis di posisi ketiga, pencapaian terbaik klub itu dalam 60 tahun, sementara Reedijk memimpin Beveren meraih gelar juara kasta kedua tanpa terkalahkan.
Reedijk masih menunggu kemenangan pertamanya bersama Hibernian. Setelah tiga kekalahan, timnya bermain imbang tanpa gol melawan St Mirren pada Rabu, dengan gol penyeimbang St Mirren pada penghujung pertandingan menggagalkan peluang kemenangan. Pelatih asal Belanda itu menggantikan David Gray dan mulai menerapkan pendekatan baru di Easter Road.
Perubahan struktur permainan Hibernian belum mengatasi persoalan di lini belakang dan serangan. Tim itu belum mencatat nirbobol di liga. Dalam tiga pertandingan pertama Reedijk, Hibernian menghasilkan empat, tiga, lalu dua tembakan tepat sasaran. Gol mereka melawan St Mirren berasal dari satu-satunya tembakan tepat sasaran.
Dalam empat pertandingan domestik terakhir, Hearts mencatat 22 tembakan tepat sasaran. Jumlah itu termasuk dalam kekalahan 1-7 dari Celtic. Hearts juga telah mencetak 24 gol liga, lebih dari dua kali lipat koleksi Hibernian yang berjumlah 11. Tiga gol Hearts tercipta saat mereka mendominasi babak pertama di Easter Road.
Vrancken menilai laga semifinal ini berbeda dari pertemuan sebelumnya karena Hibernian kini memiliki manajer dan gaya bermain baru. Ia meminta timnya mengarahkan emosi serta energi ke pekerjaan di lapangan. Reedijk menyebut pertandingan tersebut istimewa karena memadukan derbi dengan semifinal, satu langkah menuju final.
Bagi Hearts, gelar akan memperkuat upaya mereka menantang tatanan mapan setelah musim lalu berada dekat dalam persaingan gelar. Namun, tiket final hanya akan ditentukan di Hampden dalam laga yang sarat kepentingan bagi kedua rival Edinburgh itu.
Ditulis oleh: LigaOrion.
Kredit gambar: Lothian Courier — Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0).


