LIGAORION – Arsenal vs Bayern berakhir imbang 2-2 setelah Declan Rice mencetak gol penyeimbang pada menit-menit akhir di Allianz Arena. Hasil tersebut memberi The Gunners alasan untuk percaya diri, terutama setelah mereka bangkit menghadapi tekanan dari salah satu tim kuat Eropa.
Bayern sempat berada di jalur kemenangan setelah unggul melalui penalti Harry Kane pada menit ke-61. Namun, Arsenal tidak menyerah. Rice menyelesaikan kombinasi satu-dua dengan pemain pengganti Viktor Gyökeres, lalu melepaskan tembakan rendah yang melewati Manuel Neuer.
Arsenal bangkit setelah Bayern mengambil kendali
Tim tamu memulai pertandingan dengan baik. Eberechi Eze membuka skor pada menit ke-25 lewat gol yang mengesankan. Bayern membalas setelah umpan Kane menemukan Alphonso Davies, yang kemudian menyamakan kedudukan.
Gol Davies mengubah momentum. Bayern tampil lebih dominan selama sekitar setengah jam berikutnya dan memperoleh penalti setelah tembakan Kane dari umpan tarik Konrad Laimer mengenai tangan Jurriën Timber. Kane mengeksekusinya dengan baik untuk membawa tuan rumah unggul.
Arsenal tetap berusaha merespons hingga akhirnya Rice memastikan mereka pulang dengan satu poin. Pelatih Mikel Arteta menilai timnya memperlihatkan karakter, kepribadian, dan kualitas, sekaligus mampu menyesuaikan diri ketika pendekatan Bayern dalam menekan berubah.
Pertandingan itu juga memperlihatkan upaya Arsenal menekan tinggi. Kane beberapa kali turun jauh untuk membantu membangun serangan, sementara Arsenal berusaha memanfaatkan distribusi David Raya untuk mengirim bola ke depan dan menekan Bayern di wilayah mereka sendiri.
Hasil yang memberi harapan bagi The Gunners
Allianz Arena punya catatan berat bagi Arsenal. Pada kunjungan terakhir mereka, The Gunners tersingkir di perempat final pada April 2024. Suporter Arsenal juga masih mengingat rentetan empat kegagalan di babak 16 besar dalam lima musim hingga 2017, termasuk kekalahan agregat 10-2.
Kali ini, Bayern gagal mengamankan kemenangan meski belum terkalahkan dalam 40 pertandingan kandang fase grup Liga Champions. Bagi Arsenal, gol Rice menjadi bukti bahwa mereka mampu bertahan dalam laga berintensitas tinggi dan tetap menemukan jalan untuk membalas.
Kualitas lini depan Arsenal masih menjadi perhatian, terlebih ketika tim membutuhkan pemain yang bisa menentukan hasil seperti Kane. Penyerang Bayern itu kini sudah mencetak gol dalam 10 pertandingan Liga Champions beruntun. Hanya Cristiano Ronaldo yang memiliki rentetan lebih panjang, yakni 11 laga.
Arsenal juga harus menghadapi situasi sulit di sektor sayap. Bukayo Saka hanya bermain selama 10 menit sebelum mengalami cedera paha depan, sedangkan Christos Tzolis absen karena cedera. Arteta mengatakan kondisi Saka akan diperiksa dan tampak tidak baik.
Dalam keadaan tersebut, Eze dan Noni Madueke berpeluang mengambil peran lebih besar. Eze memberi kontribusi penting lewat gol pembuka, sementara Gyökeres menunjukkan kualitas dengan assist untuk Rice. Hasil di Munich belum menyelesaikan seluruh persoalan Arsenal, tetapi menunjukkan bahwa karakter dan kemampuan tim masih bisa membawa mereka bersaing.
Ditulis oleh: LigaOrion.
Kredit gambar: Ank kumar — Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0).


