
LIGAORION – Indonesian Basketball League (IBL) 2026 terus melakukan pembenahan demi meningkatkan kualitas kompetisi dan pengalaman penonton. Salah satu perubahan besar yang dihadirkan musim ini adalah format kompetisi, khususnya pada fase playoff yang kini dibuat lebih panjang dan kompetitif.
IBL 2026 akan resmi dibuka dengan laga bergengsi antara juara bertahan Dewa United Banten melawan Pelita Jaya Jakarta. Pertandingan pembuka tersebut dijadwalkan berlangsung di Dewa United Arena, Tangerang Selatan, pada Sabtu, 10 Januari 2026, pukul 19.00 WIB.
Kualitas Liga dan Fanbase Terus Berkembang

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas kompetisi menjadi fokus utama penyelenggara dalam beberapa musim terakhir. Sejak penerapan sistem home and away, perkembangan signifikan dirasakan tidak hanya oleh liga, tetapi juga oleh klub dan pemain.
“Dalam tiga tahun terakhir, kami melihat banyak dampak positif. Klub mulai memiliki basis pendukung yang kuat, homebase yang jelas, dan pemain bisa merasakan atmosfer pertandingan yang berbeda di setiap kota,” ujar Junas saat peluncuran resmi IBL 2026 di Jakarta, Selasa (6/1/2026).
Menurutnya, fanatisme pendukung kini mulai terbentuk secara alami dan menjadi modal penting bagi pertumbuhan liga secara berkelanjutan.
“Ini proses jangka panjang yang harus terus dijaga konsistensinya,” tambahnya.
Format Playoff Jadi Best of Five
Perubahan paling mencolok di IBL 2026 terdapat pada format babak semifinal dan final. Jika sebelumnya menggunakan sistem best of three, kini kedua fase tersebut akan digelar dengan format best of five.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan jumlah pertandingan berkualitas sekaligus memberi ruang persaingan yang lebih adil bagi tim-tim terbaik.
“Berdasarkan data tiga musim terakhir, pertandingan semifinal dan final hampir selalu berlanjut hingga game ketiga. Artinya, kualitas pertandingannya memang layak untuk ditambah,” jelas Junas.
Penonton Jadi Pertimbangan Utama
Selain meningkatkan level kompetisi, perubahan format playoff juga mempertimbangkan antusiasme penonton yang terus meningkat. Junas menilai penambahan jumlah pertandingan akan memberi dampak positif bagi klub, terutama dari sisi pendapatan dan eksposur.
“Tribun selalu penuh di fase-fase krusial. Ini menguntungkan klub dari penjualan tiket. Dengan lebih banyak pertandingan, kami berharap dampaknya juga semakin positif untuk semua tim,” tutup Junas.
Dengan format baru dan atmosfer kompetisi yang semakin matang, IBL 2026 diharapkan menjadi salah satu musim paling menarik dalam sejarah liga basket profesional Indonesia.


