Sven Botman dan Nicolas Jackson dalam insiden tekel di Premier League

VAR Tekel Sven Botman: Howard Webb Dukung Keputusan Wasit

LIGAORION – VAR tekel Sven Botman terhadap Nicolas Jackson menjadi sorotan setelah kepala wasit Premier League Howard Webb mendukung keputusan untuk tidak menaikkan hukuman menjadi kartu merah. Webb menilai tantangan Botman sebagai pelanggaran sembrono dengan tingkat risiko tinggi, tetapi menganggap keputusan wasit di lapangan tidak jelas keliru.

Insiden itu terjadi pada menit ke-18 dalam laga Sabtu. Bek tengah asal Belanda tersebut menerima kartu kuning—kartu kuning keduanya musim ini—atas tekel terhadap penyerang Nicolas Jackson. Wasit Jarred Gillett menilai tindakan Botman sembrono meski ia sempat menyentuh bola.

Botman menerjang dari atas bola dengan keras, sementara kontak dengan Jackson terjadi menggunakan kaki yang tertinggal. Jackson kemudian mengatakan dirinya nyaris mengalami patah kaki. Ia juga mengakui keputusan wasit adalah kartu kuning, meski berharap insiden seperti itu bisa berujung kartu merah pada kesempatan berikutnya.

Alasan VAR mempertahankan kartu kuning

VAR Stuart Attwell meninjau keputusan Gillett dan tidak merekomendasikan pemeriksaan ulang di lapangan. Dalam penilaian VAR, tidak ada gerakan gunting lanjutan dan kontak tidak terjadi dengan telapak sepatu Botman.

Dalam program Match Officials Mic’d Up, Webb menjelaskan bahwa wasit di lapangan melihat tekel itu sebagai tindakan sembrono berisiko tinggi. Botman datang dengan kecepatan dan menyentuh bola, tetapi VAR tidak menemukan unsur yang membuat keputusan kartu kuning tersebut jelas salah.

Webb mengatakan intervensi VAR dapat menghasilkan penilaian berbeda jika terlihat kontak kuat dengan pul sepatu ke pergelangan kaki atau tulang kering Jackson, maupun gerakan gunting yang menutup. Karena unsur tersebut tidak terlihat, keputusan Gillett tetap berlaku.

Menurut Webb, keputusan di lapangan juga akan dipertahankan apabila Gillett sejak awal memberikan kartu merah. Ia menyebut insiden ini sebagai contoh pendekatan VAR yang memberi ruang kepada wasit untuk mengambil keputusan dan hanya turun tangan ketika terdapat kesalahan yang jelas.

Catatan intervensi VAR Premier League

Webb menyebut tekel yang kuat merupakan bagian dari sepak bola Inggris, tetapi wasit tetap memiliki tanggung jawab menjaga keselamatan pemain. Pendekatan yang lebih ringan terhadap intervensi VAR, menurutnya, bukan berarti mengabaikan aspek tersebut.

Setelah tujuh putaran pertandingan Premier League musim ini, tercatat 21 intervensi VAR, sembilan di antaranya menyangkut keputusan subjektif. Pada titik yang sama musim lalu, jumlahnya baru tiga dan tidak ada yang bersifat subjektif.

Meski jumlah intervensi meningkat, kesalahan dinilai menurun jika dibandingkan dengan banyaknya tinjauan. Panel Key Match Incidents Premier League menilai satu intervensi VAR musim ini keliru, yakni gol kemenangan Manchester City yang berawal dari posisi offside saat menghadapi Manchester United. Panel juga mencatat satu intervensi yang terlewat, yaitu pemberian penalti kepada Arsenal saat melawan Aston Villa.

Pada tujuh putaran yang sama musim lalu, terdapat empat kesalahan akibat intervensi yang terlewat. Dalam laga yang memuat insiden Botman, Aston Villa menang 1-0 melalui gol Johan Manzambi pada menit ke-36.

Ditulis oleh: LigaOrion.

Kredit gambar: Pete Nowakowski from Sydney, Australia — Wikimedia Commons (CC BY 2.0).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *