LIGAORION – Akademi Liverpool menempatkan pengembangan pemain muda dan hubungan erat dengan tim utama sebagai bagian penting dari pembinaan. Direktur akademi Alex Inglethorpe, yang memegang jabatan itu sejak 2014, menyebut kisah Trent Alexander-Arnold sebagai gambaran dari potensi jalur tersebut.
Alexander-Arnold bergabung dengan Liverpool saat berusia enam tahun pada 2004. Setelah menghabiskan 20 tahun di Merseyside, ia meninggalkan klub untuk bergabung dengan Real Madrid pada 2025. Selama membela Liverpool, ia meraih berbagai gelar, termasuk Premier League, Liga Champions, Piala FA, dan Piala Liga.
Bagi Inglethorpe, tujuan akademi adalah membantu pemain muda—terutama talenta lokal—berkembang hingga mampu memperkuat tim utama dan meraih trofi. Ia menilai pencapaian Alexander-Arnold menjadi contoh ideal, sekaligus menunjukkan tingginya standar yang ingin dicapai Liverpool.
Jalur menuju tim utama
Inglethorpe dan timnya bertanggung jawab atas perkembangan pemain muda sekaligus menjaga keselarasan antara akademi dan tim senior. Fasilitas akademi di Kirkby hanya berjarak 300 meter dari lapangan tim utama, tetapi perjalanan untuk menembus skuad senior bisa memakan waktu hingga 10 tahun.
Di bawah pelatih anyar Andoni Iraola, pemain yang pernah menimba ilmu di akademi, termasuk Rio Ngumoha, Trey Nyoni, Lewis Koumas, dan James McConnell, telah mendapat kesempatan tampil musim ini. Inglethorpe mengatakan Iraola dan stafnya banyak mengamati pemain akademi pada pekan pertama mereka, sehingga hubungan antara kedua kelompok mulai terbangun sejak awal.
Aturan dan persaingan mendapatkan talenta
Rutinitas di akademi juga mencakup aturan praktis. Ponsel diserahkan pada pagi hari, sementara kontrak menetapkan batas maksimum kapasitas mesin untuk mobil yang dibawa ke area akademi. Inglethorpe menjelaskan bahwa kesan pertama dan sikap profesional ikut menjadi perhatian; pemain perlu menunjukkan bahwa mereka pantas mendapat kesempatan.
Persaingan merekrut pemain muda turut membentuk tantangan bagi klub. Manchester United baru-baru ini merekrut winger berusia 16 tahun, Isaac Konde, dari Liverpool dengan beasiswa satu tahun yang diikuti kontrak profesional lima tahun. Kedua klub kini membahas paket kompensasi. Dalam kasus Rio Ngumoha, tribunal pada Februari memutuskan Liverpool harus membayar Chelsea setidaknya £2,8 juta. Ngumoha bergabung dengan Liverpool pada September 2024 dan menandatangani kontrak profesional pertamanya setahun kemudian.
Inglethorpe menilai pergerakan pemain pada usia 16 tahun terasa semakin intens, antara lain karena dampak Brexit terhadap cara klub merekrut talenta. Ketika banyak klub mengejar pemain, biaya dan upah ikut berubah. Liverpool, menurutnya, perlu menyesuaikan diri, sementara struktur upah akademi saat ini sedang ditinjau.
Keinginan memiliki lebih banyak pemain lokal juga menjadi bagian dari pembahasan. Setelah Curtis Jones pindah ke Inter Milan pada musim panas, Liverpool tidak lagi memiliki pemain tim utama yang lahir di kota tersebut. Inglethorpe mengakui klub tentu ingin melihat lebih banyak pemain Scouse memperkuat tim, meski jalur dari akademi ke tim utama menuntut proses panjang.
Ditulis oleh: LigaOrion.
Kredit gambar: Ank kumar — Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0).


