LIGAORION – Perpisahan Messi Argentina berlangsung emosional saat Lionel Messi memainkan laga terakhirnya bersama tim nasional. Dalam pertandingan persahabatan melawan Benin di Buenos Aires, ia mencetak gol ke-126 dari penampilan ke-208 untuk negaranya, sekaligus membantu Argentina menang 3-0.
Laga yang dijuluki “tango terakhir” itu menutup perjalanan internasional Messi selama 21 tahun. Ia mengakhiri penampilannya dengan dua gelar Copa América dan satu Piala Dunia. Di usia 39 tahun, bintang Argentina tersebut juga menyumbang dua assist sebelum berpamitan kepada suporter di Estadio Monumental.
Gol dan dua assist Messi untuk Argentina
Messi mencetak gol melalui tendangan penalti pada menit ke-71. Sepakan kaki kirinya mengarah ke bagian atas gawang dan memicu sorak-sorai penonton yang memenuhi stadion. Gol itu menjadi penutup yang dinantikan setelah ia sempat gagal memaksimalkan sejumlah peluang sebelumnya.
Kontribusinya tak hanya berupa gol. Pada menit ke-48, Messi mengirimkan sepak pojok yang disambut sundulan Nicolás Otamendi. Ia juga memberikan umpan kepada Nico Paz, yang kemudian mencetak gol dengan tembakan melengkung.
Suasana pertandingan beberapa kali menunjukkan bahwa malam itu lebih dari sekadar pertandingan persahabatan. Pada menit ke-10, laga terhenti ketika seluruh stadion memberikan tepuk tangan untuk Messi. Para pemain Benin bergantian menghampirinya untuk berjabat tangan.
Monumental menjadi panggung perpisahan
Monumental punya arti khusus bagi Messi. Stadion itu menjadi tempat ia mencetak gol internasional terbanyaknya, yakni 19 gol. Di sana pula Argentina kembali merayakan keberhasilan menjuarai Piala Dunia setelah kemenangan pertama mereka sejak 1986.
Seusai peluit akhir, pertunjukan drone menerangi langit dengan rangkaian momen dari karier Messi, termasuk saat mengangkat trofi Piala Dunia di Qatar pada 2022. Sejumlah pemain dari skuad Argentina yang menjuarai Piala Dunia 1978, 1986, dan 2022 beserta keluarga mereka turut hadir dalam penghormatan tersebut.
Messi menyampaikan bahwa ia ingin terus kembali membela Argentina, karena bermain untuk tim nasional merupakan hal yang sangat berarti baginya. Namun, ia juga mengakui bahwa kini tiba saatnya mengucapkan selamat tinggal. Ia mengatakan akan merindukan kesempatan mengenakan seragam negara, tetapi tetap mendukung para pemain Argentina dan generasi berikutnya.
Air mata terlihat di wajah Messi saat bus tim Argentina melewati kerumunan penggemar dalam perjalanan menuju stadion. Emosi kembali terasa ketika lagu kebangsaan dimainkan untuk terakhir kalinya dengan Messi berada di barisan pemain bersama putranya, Thiago, Mateo, dan Ciro.
Pelatih Lionel Scaloni juga menangis. Ia menilai Messi memiliki aura dan kehadiran yang sulit ditemukan pada pemain lain, serta mengenang pengalamannya melatih sang kapten sebagai sesuatu yang luar biasa. Scaloni mengatakan Argentina harus melanjutkan perjalanan tanpa Messi.
Messi meninggalkan tim nasional dengan catatan 126 gol dalam 208 pertandingan. Pada laga terakhirnya, ia menutup malam dengan gol, dua assist, dan penghormatan panjang dari rekan setim serta suporter Argentina.
Untuk informasi lainnya, kunjungi lihat informasi lainnya.
Sumber fakta: ESPN Soccer.


