LigaOrion – Timnas Aljazair berhasil mencatat kemenangan berharga saat menghadapi Belanda dalam laga uji coba internasional yang berlangsung di Rotterdam, Kamis (4/6/2026) dini hari WIB. Meski bermain di kandang lawan, Aljazair mampu mencuri kemenangan tipis 1-0 berkat gol spektakuler Anis Hadj Moussa pada penghujung pertandingan.
Hasil ini menjadi suntikan kepercayaan diri bagi skuad asuhan Vladimir Petkovic menjelang dimulainya Piala Dunia 2026. Sebaliknya, Belanda harus segera melakukan evaluasi setelah gagal memanfaatkan dominasi permainan yang mereka tampilkan sepanjang laga.
Belanda Mendominasi Sejak Menit Awal
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Belanda langsung mengambil alih kendali pertandingan. Tim asuhan Ronald Koeman tampil agresif dengan mengandalkan pergerakan cepat dari lini serang mereka.
Sejumlah peluang berbahaya berhasil diciptakan pada babak pertama. Donyell Malen memperoleh kesempatan emas setelah menerima umpan matang dari Tijjani Reijnders, namun sepakannya hanya membentur tiang gawang.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7717033/original/075506000_1780518909-donyell-malen-zineddine-belaid-nabil-bentaleb-belanda-vs-aljazair-berebut-bola-laga-persahabatan-internasional.jpg)
Tak lama berselang, Belanda sempat menggetarkan jala Aljazair melalui penyelesaian Reijnders. Namun gol tersebut dianulir wasit karena adanya posisi offside dalam proses serangan.
Meski terus menekan, Belanda kesulitan menaklukkan penampilan impresif penjaga gawang Aljazair, Luca Zidane. Sang kiper tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan penting yang menjaga skor tetap imbang hingga turun minum.
Pertahanan Aljazair Tampil Disiplin
Aljazair tidak banyak menguasai bola, tetapi mampu menunjukkan organisasi permainan yang solid. Lini belakang tampil disiplin dalam menghalau berbagai gelombang serangan tuan rumah.

Beberapa kali serangan balik yang dibangun Aljazair juga mampu memberikan ancaman. Riyad Mahrez dan Mohamed Amoura menjadi motor serangan yang berusaha memanfaatkan celah di pertahanan Belanda.
Ketahanan mental dan kedisiplinan taktik menjadi faktor penting yang membuat Aljazair mampu bertahan menghadapi tekanan sepanjang pertandingan.
Hadj Moussa Pecahkan Kebuntuan
Ketika pertandingan tampak akan berakhir tanpa gol, Aljazair justru berhasil mencuri momen penting pada menit ke-86.
Berawal dari umpan panjang yang diarahkan ke sisi kanan lapangan, Anis Hadj Moussa menerima bola dengan baik sebelum melakukan penetrasi ke area pertahanan Belanda.

Pemain sayap tersebut kemudian melewati satu pemain bertahan dan melepaskan tembakan keras yang meluncur ke sudut atas gawang. Kiper Belanda tidak mampu menjangkau bola dan Aljazair pun unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi satu-satunya gol yang tercipta dalam pertandingan sekaligus memastikan kemenangan penting bagi Aljazair.
Modal Positif Menuju Piala Dunia 2026
Kemenangan atas salah satu tim kuat Eropa tentu menjadi bekal berharga bagi Aljazair menjelang tampil di Piala Dunia 2026. Selain menunjukkan efektivitas serangan, mereka juga membuktikan mampu bertahan dengan disiplin saat menghadapi tekanan tinggi.
Sementara itu, Belanda masih memiliki waktu untuk memperbaiki efektivitas penyelesaian akhir yang menjadi kelemahan utama mereka dalam pertandingan ini.
Jika mampu mempertahankan performa seperti ini, Aljazair berpotensi menjadi salah satu tim yang mampu memberikan kejutan pada putaran final Piala Dunia 2026.
Kesimpulan
Meski kalah dalam penguasaan bola dan jumlah peluang, Aljazair menunjukkan bahwa efektivitas adalah kunci kemenangan. Gol indah Anis Hadj Moussa menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat dan kompetitif.
Hasil akhir Belanda 0-1 Aljazair menjadi peringatan bagi tim-tim peserta Piala Dunia bahwa Aljazair datang ke turnamen dengan persiapan yang matang dan kepercayaan diri tinggi.


