Belgia Tampil Efektif Saat Hadapi Kroasia di Laga Pemanasan Piala Dunia
LigaOrion – Belgium national football team menunjukkan kesiapan mereka menuju 2026 FIFA World Cup setelah meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Croatia national football team dalam laga persahabatan internasional di Rijeka, Selasa malam WIB.
Kemenangan Belgia lahir lewat gol Youri Tielemans pada babak pertama dan tambahan gol dari Romelu Lukaku di masa injury time. Meski Kroasia sempat tampil dominan pada beberapa fase pertandingan, efektivitas Belgia menjadi faktor utama yang menentukan hasil akhir.
Pertandingan ini menjadi bagian penting dari persiapan kedua tim sebelum tampil di ajang sepak bola terbesar dunia yang akan berlangsung di Amerika Utara.
Babak Pertama: Belgia Lebih Efektif, Tielemans Pecah Kebuntuan
Kroasia membuka pertandingan dengan intensitas tinggi dan mencoba memberikan tekanan sejak awal laga. Penyerang Petar Musa beberapa kali memaksa lini belakang Belgia bekerja keras, sementara kiper utama Belgia, Thibaut Courtois, dipaksa bermain cepat untuk menjaga stabilitas permainan tim tamu.
Peluang pertama hadir dari Belgia saat laga memasuki menit ketujuh. Jeremy Doku berhasil menciptakan ruang tembak di area depan kotak penalti, namun sepakannya masih mudah diamankan penjaga gawang Kroasia.
Tim tuan rumah merespons beberapa menit kemudian melalui kombinasi apik di lini tengah yang melibatkan Luka Modric. Petar Musa sempat memperoleh peluang dari sisi kanan, tetapi penyelesaian akhirnya belum menemui sasaran.

Pertandingan berjalan cukup berimbang hingga memasuki pertengahan babak pertama. Kedua tim silih berganti menguasai bola namun kesulitan menghasilkan peluang bersih di area pertahanan lawan.
Belgia akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-38. Berawal dari penetrasi cepat Jeremy Doku di sisi kiri, bola liar mengarah ke Youri Tielemans yang tanpa ragu melepaskan tembakan akurat ke sudut gawang untuk membawa Belgia unggul 1-0.
Kroasia nyaris menyamakan skor sebelum turun minum melalui aksi Luka Modric. Namun tendangan kreatif sang kapten berhasil digagalkan penyelamatan impresif Courtois.
Babak Kedua: Kroasia Menekan, Lukaku Pastikan Kemenangan Belgia
Memasuki babak kedua, Kroasia tampil lebih agresif dan mengambil alih dominasi permainan. Tim asuhan Zlatko Dalic mencoba meningkatkan tempo serangan demi mengejar ketertinggalan.
Peluang emas datang pada menit ke-61 ketika umpan silang Petar Sucic disambut sundulan Ante Budimir. Sayangnya bagi Kroasia, bola hanya membentur mistar gawang sehingga peluang penyama kedudukan gagal tercipta.
Zlatko Dalic kemudian melakukan sejumlah rotasi besar dengan menarik beberapa pemain senior seperti Luka Modric, Mateo Kovacic, hingga Josko Gvardiol untuk menjaga kebugaran skuad menjelang turnamen.

Di sisi lain, Belgia memasukkan Romelu Lukaku untuk menambah daya gedor di lini depan. Pergantian tersebut terbukti menjadi keputusan tepat.
Saat Kroasia terus menekan demi mencari gol penyeimbang, Belgia justru memanfaatkan celah di menit-menit akhir. Pada masa injury time, Axel Witsel memenangkan duel bola di lini tengah sebelum Hans Vanaken memberikan umpan matang kepada Lukaku.
Dengan ketenangan khasnya, Lukaku sukses menuntaskan peluang dan mencetak gol kedua Belgia sekaligus memastikan kemenangan 2-0. Gol tersebut juga menjadi catatan spesial karena merupakan gol internasional ke-90 bagi striker veteran tersebut.
Belgia Kirim Sinyal Positif Jelang Piala Dunia 2026
Kemenangan atas Kroasia memberi kepercayaan diri tinggi bagi Belgia menjelang Piala Dunia 2026. Selain menunjukkan efektivitas di depan gawang, skuad asuhan Rudi Garcia juga tampil disiplin dalam bertahan saat menghadapi tekanan panjang dari Kroasia.
Sementara itu, Kroasia masih memiliki beberapa pekerjaan rumah terutama dalam penyelesaian akhir. Meski mampu mendominasi penguasaan bola dan menciptakan peluang berbahaya, kegagalan memaksimalkan kesempatan membuat mereka harus menerima kekalahan di laga pemanasan penting ini.
Bagi LigaOrion, duel Belgia kontra Kroasia menjadi gambaran bahwa detail kecil dan efektivitas tetap menjadi faktor pembeda utama di panggung sepak bola internasional, terutama menjelang ketatnya persaingan Piala Dunia 2026.


