Perubahan Aturan VAR Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan Dunia Sepak Bola
LigaOrion – Piala Dunia 2026 dipastikan menghadirkan perubahan besar dalam regulasi pertandingan, khususnya terkait penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR). Badan pembuat aturan sepak bola dunia, IFAB, telah menyetujui sejumlah revisi penting yang memperluas cakupan pemeriksaan VAR sekaligus memperketat disiplin di lapangan.
Regulasi anyar tersebut mulai berlaku menjelang dimulainya Piala Dunia 2026 pada Juni mendatang. Perubahan ini diprediksi akan memengaruhi strategi tim, perilaku pemain, hingga cara wasit mengambil keputusan dalam momen-momen krusial.
Dengan sistem yang lebih aktif, VAR kini tidak hanya berperan dalam meninjau gol, penalti, dan kartu merah, tetapi juga beberapa situasi yang sebelumnya jarang tersentuh pemeriksaan teknologi.
IFAB Perluas Fungsi VAR untuk Situasi Bola Mati
Salah satu pembaruan paling signifikan adalah kewenangan VAR untuk memeriksa pelanggaran sebelum bola dimainkan dalam situasi sepak pojok maupun tendangan bebas.
Apabila terdapat pelanggaran oleh tim penyerang yang berpengaruh langsung terhadap gol, penalti, atau keputusan disiplin, wasit dapat menerima rekomendasi peninjauan ulang melalui VAR.
Artinya, insiden kecil seperti dorongan, tarikan jersey, atau pelanggaran posisi sebelum bola bergerak kini bisa memengaruhi hasil akhir sebuah peluang.
Meski demikian, keputusan final tetap berada di tangan wasit utama di lapangan. VAR hanya bertugas memberikan rekomendasi serta membantu memastikan keputusan berjalan lebih akurat.
Daftar Aturan Baru Piala Dunia 2026 yang Wajib Dipahami
Berikut sejumlah perubahan regulasi yang mulai diterapkan pada Piala Dunia 2026:
| Aturan Baru | Penjelasan |
|---|---|
| VAR pada sepak pojok & tendangan bebas | VAR dapat meninjau pelanggaran sebelum bola dimainkan jika berdampak langsung pada gol, penalti, atau hukuman disiplin |
| Lemparan ke dalam & tendangan gawang | Wasit dapat memberi hitungan visual lima detik untuk mencegah buang waktu |
| Pergantian pemain | Pemain yang diganti wajib meninggalkan lapangan maksimal 10 detik |
| Penanganan cedera | Pemain yang mendapat perawatan harus menunggu sebelum kembali masuk |
| Koreksi kartu merah | VAR dapat membantu meninjau kesalahan pemberian kartu kuning kedua |
| Salah identitas pemain | VAR bisa membantu bila wasit menghukum pemain yang salah |
| Koreksi tendangan sudut | VAR dapat memperbaiki keputusan corner kick yang salah |
| Aturan menutupi mulut | Sikap agresif sambil menutupi mulut bisa berujung kartu merah |
Aturan Baru Anti Buang Waktu Jadi Fokus Utama
IFAB menegaskan bahwa pembaruan aturan ini bertujuan meningkatkan tempo pertandingan dan mengurangi praktik mengulur waktu yang semakin sering terjadi di sepak bola modern.
Dalam skema terbaru, wasit diperbolehkan menggunakan hitungan visual selama lima detik untuk situasi lemparan ke dalam atau tendangan gawang yang dinilai sengaja diperlambat.
Jika pemain gagal melakukan lemparan setelah waktu habis, penguasaan bola langsung berpindah ke lawan. Sedangkan keterlambatan tendangan gawang dapat berujung pemberian tendangan sudut bagi tim lawan.
Pergantian pemain juga akan diawasi lebih ketat. Pemain yang ditarik keluar harus meninggalkan lapangan dalam waktu maksimal 10 detik. Bila terlambat, pemain pengganti baru diizinkan masuk setelah satu menit pertandingan berjalan kembali.
VAR Kini Bisa Koreksi Salah Identitas dan Kartu Merah Bermasalah
Selain mengawasi pelanggaran teknis, VAR kini memiliki peran tambahan dalam membantu wasit menghindari kesalahan identitas pemain.
Jika kartu kuning atau kartu merah diberikan kepada pemain yang salah, sistem VAR dapat membantu mengoreksi keputusan tersebut.
Tak hanya itu, kasus kartu merah akibat kartu kuning kedua yang dianggap jelas keliru juga dapat ditinjau ulang untuk menghindari keputusan yang merugikan tim.
Kebijakan ini dipandang penting karena pertandingan level tinggi seperti Piala Dunia sering ditentukan oleh detail kecil dan keputusan disiplin.
Aturan Menutupi Mulut Bisa Berujung Kartu Merah
Salah satu aturan yang menarik perhatian adalah larangan tindakan agresif sambil menutupi mulut menggunakan tangan atau jersey.
Dalam regulasi terbaru, pemain yang melakukan tindakan intimidatif atau agresif sambil menutup mulut kepada lawan dapat langsung dikenai kartu merah.
Namun, aturan ini tidak berlaku apabila tindakan tersebut dilakukan untuk komunikasi biasa dengan rekan setim atau staf tim.
Tim Piala Dunia 2026 Wajib Cepat Beradaptasi
Perubahan aturan VAR dan regulasi pertandingan ini membuat setiap peserta Piala Dunia 2026 harus beradaptasi lebih cepat.
Disiplin dalam situasi bola mati, pengelolaan waktu, pergantian pemain, hingga kontrol emosi di lapangan akan menjadi faktor penting yang bisa menentukan hasil pertandingan.
Dengan peran VAR yang semakin luas, kesalahan kecil berpotensi menjadi sorotan besar. Tim yang mampu memahami detail regulasi baru diperkirakan memiliki keuntungan lebih besar dalam perjalanan mereka di turnamen sepak bola paling prestisius di dunia.


