LigaOrion Global: Aksi Anthony Lopes di Ligue 1 Picu Perdebatan Soal Jeda Ramadan

LigaOrion – Dunia sepak bola Prancis tengah diwarnai perbincangan hangat usai laga Ligue 1 antara FC Nantes dan Le Havre AC pada Minggu (22/2/2026).

Dalam pertandingan yang berakhir 2-0 untuk kemenangan Nantes, kiper Anthony Lopes menjadi sorotan setelah diduga sengaja menciptakan jeda permainan agar rekan-rekannya yang beragama Islam bisa berbuka puasa Ramadan.


Momen Jeda yang Jadi Perhatian

Insiden terjadi saat bola keluar lapangan untuk lemparan ke dalam di sekitar garis tengah. Tanpa adanya kontak dengan pemain lawan, Lopes tiba-tiba terjatuh dan memegangi bagian hamstring.

Sesuai regulasi, pemain outfield yang mengalami cedera dan membutuhkan perawatan medis harus meninggalkan lapangan agar pertandingan tetap berjalan. Namun, aturan tersebut tidak berlaku untuk penjaga gawang.

Ketika Lopes mendapatkan perawatan medis, lima pemain Nantes terlihat menuju tepi lapangan. Siaran televisi memperlihatkan mereka mengonsumsi makanan dan minuman setelah matahari terbenam—momen yang bertepatan dengan waktu berbuka puasa.

Setelah mendapat penanganan, mantan kiper timnas Portugal itu bangkit secara perlahan sebelum laga kembali dilanjutkan.


Aturan Ketat Sepak Bola Prancis

Berbeda dengan beberapa liga Eropa lainnya, otoritas sepak bola Prancis tidak mengizinkan penghentian pertandingan untuk alasan religius, termasuk berbuka puasa Ramadan.

Kebijakan ini selaras dengan prinsip sekularisme (laïcité) yang dianut negara tersebut, di mana ekspresi keagamaan di ruang publik diatur secara ketat.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Ligue 1 terkait insiden tersebut. Namun aksi Lopes memicu pro dan kontra di media sosial—sebagian memuji solidaritas tim, sementara lainnya menilai hal itu sebagai bentuk pemanfaatan celah regulasi.


Kontras dengan Premier League dan Bundesliga

Pendekatan Prancis berbeda dibandingkan dengan Premier League. Sejak 2021, kompetisi kasta tertinggi Inggris itu mengizinkan jeda singkat bagi pemain Muslim untuk berbuka puasa setelah matahari terbenam.

Kebijakan serupa juga diterapkan di Bundesliga pada 2022. Bahkan sejumlah klub di Jerman dan Inggris menyesuaikan jadwal latihan selama Ramadan guna membantu pemain menjaga kebugaran.

Mantan manajer Liverpool FC, Jurgen Klopp, pernah mengubah jadwal latihan menjadi pagi hari demi mendukung pemain yang menjalani puasa.

Salah satu mantan bintang Liverpool, Sadio Mane, juga mengakui bahwa menjalani Ramadan di tengah padatnya kompetisi bukan hal mudah, namun dukungan klub sangat membantu dari sisi nutrisi dan manajemen latihan.


Solidaritas atau Manipulasi?

Insiden di laga Nantes vs Le Havre membuka kembali diskusi tentang batas antara sportivitas dan pemanfaatan regulasi. Apakah tindakan tersebut bentuk solidaritas tim yang patut diapresiasi, atau justru manipulasi aturan?

Yang jelas, momen ini menjadi refleksi bagaimana sepak bola modern terus bergulat dengan isu keberagaman, regulasi, dan nilai-nilai sosial di dalam dan luar lapangan.

LigaOrion akan terus menghadirkan berita sepak bola internasional terkini dengan sudut pandang mendalam dan informatif. Tetap ikuti update terbaru hanya di LigaOrion.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *