LigaOrion – Masa depan Lionel Messi kembali menjadi topik hangat di tengah dinamika politik internal FC Barcelona. Setelah kepergiannya pada 2021 akibat krisis finansial klub, wacana “tarian terakhir” Messi di Camp Nou kembali mencuat jelang pemilihan presiden baru.
Messi meninggalkan Barcelona dengan status bebas transfer sebelum melanjutkan karier ke Paris Saint-Germain dan kini bermain untuk Inter Miami CF. Meski telah membuka babak baru dalam kariernya, bayang-bayang kepulangan ke klub yang membesarkan namanya tak pernah benar-benar hilang.
Victor Font Gaungkan Rekonsiliasi
Salah satu kandidat presiden Barcelona, Victor Font, secara terbuka menyuarakan keinginannya untuk menghadirkan perpisahan yang layak bagi Messi. Ia menilai legenda Argentina tersebut pantas menutup kariernya di lapangan dengan seragam Barcelona.

Font menyebut bahwa rekonsiliasi dengan Messi sulit terwujud di bawah kepemimpinan saat ini, yakni Joan Laporta. Ia menegaskan, jika terpilih sebagai presiden, peluang menghadirkan momen perpisahan bersejarah itu akan terbuka.
Menurut Font, Messi bukan sekadar pemain hebat, tetapi simbol nilai dan identitas klub. Ia juga menyinggung momen-momen ketika sang megabintang merasa dikecewakan, termasuk saat negosiasi kontrak 2021 dan upaya kembali ke Barcelona pada 2023 yang tak terealisasi.
Perpisahan Layak di Atas Lapangan
Font menekankan bahwa akhir perjalanan Messi di Barcelona tidak boleh terjadi secara tertutup. Ia membayangkan momen perpisahan resmi di stadion, di hadapan para suporter yang telah menyaksikan perjalanan gemilangnya sejak akademi hingga menjadi ikon dunia.

Menurutnya, keputusan akhir tentu tetap berada di tangan Messi, termasuk mempertimbangkan situasi kontraknya hingga 2026. Namun pesan yang ingin disampaikan jelas: Barcelona harus memberikan penghormatan yang pantas kepada pemain terbaik dalam sejarah klub.
Dinamika Pemilu dan Sorotan Publik
Isu Messi turut mewarnai persaingan pemilu presiden Barcelona. Kandidat lain, Marc Ciria, juga memanfaatkan simbolisme Messi dalam kampanyenya. Hal ini menunjukkan bahwa nama Messi masih memiliki daya tarik kuat di kalangan anggota dan pendukung klub.

Pemilihan presiden Barcelona dijadwalkan berlangsung pada 13 Maret, bertepatan dengan laga Sevilla FC di ajang La Liga. Momentum tersebut diprediksi akan semakin memanaskan diskusi tentang arah masa depan klub dan kemungkinan kembalinya sang legenda.
Bagi sebagian besar penggemar, kisah Lionel Messi dan Barcelona belum benar-benar selesai. Pertanyaannya kini bukan hanya soal politik klub, tetapi apakah sejarah akan memberi ruang bagi satu bab terakhir yang lebih indah di Camp Nou. Ikuti terus update sepak bola dunia dan dinamika transfer pemain hanya di LigaOrion.


