
4
Ligaorion News – AC Milan sukses membawa pulang tiga poin penting dari lawatan ke markas Pisa pada pekan ke-25 Serie A 2025/2026. Bertanding di Stadion Romeo Anconetani, Rossoneri menang tipis 2-1 lewat laga yang berlangsung penuh drama hingga menit akhir, Sabtu (14/2) dini hari WIB.
Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Milan di Serie A menjadi 23 pertandingan beruntun.
Babak Pertama: Milan Unggul Lewat Sundulan Loftus-Cheek
Sejak menit awal, pertandingan berjalan ketat dan minim peluang bersih. Pisa mencoba tampil disiplin, sementara Milan kesulitan menembus pertahanan tuan rumah.
Berdasarkan statistik, Pisa hanya mencatatkan 0,39 expected goals (xG) dari dua percobaan, sedangkan Milan membukukan 0,6 xG di babak pertama.

Peluang emas sempat dimiliki Pisa saat Filip Stojilkovic lolos dari kawalan dan berhadapan satu lawan satu dengan Mike Maignan. Namun, kiper Milan tampil gemilang untuk menggagalkan peluang tersebut.
Tak lama kemudian, Milan justru memecah kebuntuan. Ruben Loftus-Cheek masuk ke kotak penalti dan menanduk bola hasil umpan silang akurat Zachary Athekame. Gol tersebut membuat Milan menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Babak Kedua: Drama Penalti, Gol Balasan, dan Penentu Modric
Drama semakin terasa di awal babak kedua. Pada menit ke-45, Milan mendapat peluang emas untuk menggandakan keunggulan lewat titik putih. Sayangnya, eksekusi penalti Niclas Füllkrug gagal berbuah gol.
Pisa perlahan membangun kepercayaan diri. Usaha mereka membuahkan hasil pada menit ke-71 ketika Felipe Loyola mencetak gol penyama kedudukan dari situasi yang sebenarnya tidak terlalu berbahaya. Skor berubah menjadi 1-1 dan tekanan beralih ke kubu tamu.

Pelatih Massimiliano Allegri kemudian melakukan perubahan penting dengan memasukkan Rafael Leão, Samuele Ricci, dan Christian Pulisic. Keputusan ini terbukti tepat.
Ricci berperan besar dalam terciptanya gol penentu. Umpan dan pergerakannya membuka ruang bagi Luka Modric yang mencetak gol kemenangan Milan pada menit ke-85.
![Fotos] AC Milan venció en la agonía a Pisa de Felipe Loyola en la Serie A - Cooperativa.cl](https://m.cooperativa.cl/noticias/site/artic/20260213/imag/foto_0000002120260213200823.jpg)
Situasi makin menegangkan ketika Adrien Rabiot menerima dua kartu kuning dalam hitungan detik pada menit 90+1. Milan harus menyelesaikan laga dengan 10 pemain, namun beruntung waktu tersisa sangat sedikit. Skor 2-1 bertahan hingga laga usai.
Statistik Singkat Pertandingan
| Statistik | Pisa | AC Milan |
|---|---|---|
| Gol | 1 | 2 |
| Expected Goals (xG) | 0,39 | 1,35 |
| Tembakan | 7 | 12 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 2 | 5 |
| Penguasaan Bola | 46% | 54% |
Dampak pada Klasemen Serie A
| Tim | Main | Poin | Posisi |
|---|---|---|---|
| AC Milan | 25 | 53 | 2 |
| Pisa | 25 | 15 | 20 |
Milan kini kokoh di peringkat kedua klasemen dan terus menempel pemuncak klasemen. Sementara itu, Pisa semakin terpuruk di dasar klasemen.
Susunan Pemain
Pisa (3-4-2-1)
Nicolas; Rosen Bozhinov, Antonio Caracciolo, Simone Canestrelli; Samuele Angori, Idrissa Toure, Michel Aebischer, Felipe Loyola; Stefano Moreo, Matteo Tramoni; Filip Stojilkovic
Pelatih: Oscar Hiljemark
AC Milan (3-5-2)
Mike Maignan; Strahinja Pavlovic, Matteo Gabbia, Fikayo Tomori; Davide Bartesaghi, Adrien Rabiot, Luka Modric, Youssouf Fofana, Zachary Athekame; Christopher Nkunku, Ruben Loftus-Cheek
Pelatih: Massimiliano Allegri
Kesimpulan Ligaorion
AC Milan kembali menunjukkan mental juara. Meski gagal memanfaatkan penalti dan sempat disamakan, Rossoneri tetap tenang dan mampu mencetak gol penentu di momen krusial.
Peran pemain pengganti, terutama Samuele Ricci dan ketenangan Luka Modric, menjadi pembeda dalam laga dramatis ini.
Skor akhir: Pisa 1-2 AC Milan
Rossoneri melanjutkan laju impresif di Serie A 2025/2026.


