Cristiano Ronaldo kembali membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Di usia 41 tahun, megabintang Portugal itu masih tampil produktif bersama Al-Nassr dan terus mendekati target ambisius 1.000 gol sepanjang karier profesionalnya. Musim ini saja, ia telah mencetak 17 gol dari 18 pertandingan liga, statistik yang menegaskan konsistensinya sebagai mesin gol meski berada di fase akhir karier.
Capello Akui Ketajaman Ronaldo, Tapi…
Legenda pelatih Italia Fabio Capello tidak meragukan kualitas Ronaldo sebagai striker. Ia menyebut CR7 sebagai atlet luar biasa dengan determinasi dan profesionalisme tingkat tinggi. Namun menurutnya, ada satu aspek yang membedakan Ronaldo dari beberapa legenda lain: kejeniusannya di lapangan.

Capello menilai pemain seperti Lionel Messi, Diego Maradona, dan Ronaldo Nazario memiliki sentuhan magis alami yang sulit dijelaskan secara teknis. Ia menegaskan bahwa kualitas tersebut tidak dimiliki Ronaldo, sehingga menurutnya CR7 tidak bisa dibandingkan dengan trio legenda tersebut dalam aspek kreativitas alami.
Debat GOAT Tak Pernah Usai
Perbandingan antara Ronaldo dan Messi memang selalu menjadi topik panas. Setelah Messi menjuarai Piala Dunia 2022, banyak pihak menganggap perdebatan GOAT sudah selesai. Namun Ronaldo menolak anggapan tersebut.

Dalam wawancara dengan Piers Morgan, ia menegaskan bahwa gelar Piala Dunia tidak seharusnya menjadi satu-satunya tolok ukur untuk menentukan pemain terbaik sepanjang masa. Menurutnya, menilai kehebatan pemain harus melihat keseluruhan karier, bukan hanya satu turnamen singkat.
Konsistensi Jadi Senjata Ronaldo
Terlepas dari perdebatan tersebut, fakta menunjukkan Ronaldo tetap tampil di level tinggi. Disiplin, fisik prima, dan mental kompetitif membuatnya masih mampu bersaing bahkan di usia yang jarang dicapai pemain profesional.
Jika ia terus menjaga performa seperti sekarang, bukan tidak mungkin target 1.000 gol akan benar-benar tercapai — sebuah pencapaian yang berpotensi semakin menguatkan posisinya dalam diskusi pemain terbaik sepanjang masa.


