Robin van Persie mengalami salah satu malam terberat dalam karier kepelatihannya saat Feyenoord bertandang ke markas Real Betis. Bagi legenda Belanda tersebut, laga Liga Europa ini menghadirkan kekecewaan ganda: kekalahan tim dan cedera serius yang dialami putranya sendiri.
Bermain di Estadio de La Cartuja, Feyenoord harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor tipis 1-2. Hasil ini memastikan langkah mereka terhenti dari kompetisi Eropa musim ini. Ligaorion menilai laga tersebut menjadi titik balik yang menyakitkan bagi Van Persie dan skuadnya.
Feyenoord Gagal Lanjutkan Perjalanan di Liga Europa
Kekalahan dari Real Betis membuat Feyenoord resmi tersingkir dari Liga Europa. Mereka gagal memanfaatkan peluang untuk menjaga asa lolos ke babak berikutnya.
Sepanjang fase kompetisi, performa Feyenoord terbilang tidak konsisten. Dari delapan pertandingan yang dijalani, mereka hanya mampu meraih dua kemenangan, catatan yang jauh dari ekspektasi awal musim.
Hasil ini menambah tekanan bagi Van Persie sebagai pelatih utama.
Cedera Shaqueel van Persie Jadi Pukulan Emosional

Situasi semakin berat ketika Shaqueel van Persie mengalami cedera serius di tengah pertandingan. Pemain muda tersebut terjatuh dengan posisi yang kurang ideal setelah duel udara.
Ia langsung terkapar di lapangan dan mendapat penanganan medis. Tim medis harus menandu Shaqueel keluar karena kondisinya tidak memungkinkan untuk melanjutkan permainan.
Dari pinggir lapangan, Robin van Persie terlihat sangat terpukul menyaksikan putranya mengalami insiden tersebut.
Strategi Berani Van Persie Belum Berbuah Manis

Dalam laga ini, Van Persie mencoba melakukan perubahan taktik dengan menurunkan beberapa pemain muda, termasuk bek berusia 18 tahun, Thijs Kraaijeveld.
Keputusan tersebut menunjukkan keberaniannya memberi kepercayaan kepada talenta muda. Namun, lini belakang Feyenoord tetap kesulitan meredam serangan Real Betis.
Kesalahan koordinasi dan kurangnya pengalaman menjadi faktor utama rapuhnya pertahanan.
Antony Bersinar Bersama Real Betis
Di sisi lain, Antony tampil luar biasa dan menjadi pembeda dalam pertandingan ini. Winger asal Brasil tersebut menunjukkan kualitas individu yang tinggi.

Ia membuka keunggulan lewat tembakan melengkung yang akurat di babak pertama. Selain mencetak gol, Antony juga berperan besar dalam terciptanya gol kedua melalui assist cerdasnya.
Performa impresif ini membuat pertahanan Feyenoord kewalahan sepanjang laga.
Lini Depan Feyenoord Kurang Tajam
Meski sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Casper Tengstedt, Feyenoord gagal memaksimalkan peluang lainnya.
Beberapa kesempatan emas terbuang akibat penyelesaian akhir yang kurang tenang. Umpan-umpan matang dari lini tengah tidak mampu dikonversi menjadi gol tambahan.
Ketajaman lini serang menjadi pekerjaan rumah besar bagi Van Persie ke depan.
Tantangan Berat Menanti di Kompetisi Domestik
Setelah tersingkir dari Eropa, Feyenoord kini harus segera bangkit di kompetisi domestik. Mereka akan menghadapi laga sulit melawan pemuncak klasemen, PSV Eindhoven.
Menurut analisis Ligaorion, pemulihan mental pemain menjadi prioritas utama sebelum menghadapi pertandingan penting tersebut.
Van Persie diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat tim usai pekan yang penuh tekanan.
Kesimpulan
Kekalahan dari Real Betis dan cedera Shaqueel van Persie menjadikan malam di Spanyol sebagai pengalaman pahit bagi Robin van Persie. Feyenoord harus menerima kenyataan tersingkir dari Liga Europa dengan catatan kurang memuaskan.
Bagi Ligaorion, momen ini menjadi ujian karakter bagi Van Persie sebagai pelatih. Cara ia merespons situasi sulit ini akan sangat menentukan arah perjalanan Feyenoord di sisa musim.


