LigaOrion – Setiap kali LeBron James kembali menginjakkan kaki di Ohio, memori manis gelar juara NBA 2016 selalu ikut hadir. Momen bersejarah satu dekade lalu itu masih membekas kuat di benak penggemar Cleveland Cavaliers. Namun bagi Donovan Mitchell, kehadiran LeBron bukan sekadar nostalgia, melainkan pemicu semangat untuk membawa Cavs kembali ke jalur kejayaan.
LeBron dipastikan akan terus pulang ke Cleveland setiap musim selama belum memutuskan pensiun. Meski suasananya selalu emosional, realita saat ini justru menyoroti tantangan yang masih harus dihadapi Cavaliers untuk bisa kembali kompetitif seperti masa emas mereka.
Cavs Masih Berjuang Keluar dari Musim yang Tidak Stabil
Untuk bisa menyamai keajaiban 2016, Cavaliers setidaknya harus melampaui performa mereka di musim sebelumnya. Namun perjalanan musim 2025–2026 sejauh ini masih penuh pasang surut akibat badai cedera dan inkonsistensi permainan.

“Musim ini jelas berbeda. Cara kami menjalaninya juga berbeda,” ujar Donovan Mitchell.
Dengan rekor 29–20, Cavaliers hampir mustahil menyamai capaian 64 kemenangan musim lalu. Posisi unggulan teratas Wilayah Timur juga sulit diraih. Saat ini, Cavs berada di peringkat kelima dan masih sangat rawan naik atau turun di klasemen.
Peluang Playoff Masih Terbuka Lebar
Meski performa belum stabil, musim ini belum tentu berakhir lebih buruk dibanding tahun lalu, ketika Cavs tersingkir di Semifinal Wilayah Timur. Jika mereka mampu lolos ke playoff 2026 dan mendapatkan jalur lawan yang menguntungkan, peluang melangkah lebih jauh tetap terbuka.
Pengalaman Donovan Mitchell di babak playoff menjadi salah satu modal utama. Apalagi persaingan di Wilayah Timur musim ini relatif terbuka, tidak sepadat Wilayah Barat.
Era Pasca-LeBron Kedua: Proses Panjang Cavs
Sejak LeBron James hengkang ke Los Angeles Lakers pada 2018, Cavaliers sempat mengalami masa sulit. Dalam tiga musim pertama tanpa LeBron, mereka hanya mencatat total 60 kemenangan, gagal menembus playoff, dan berganti pelatih berkali-kali.


Namun fase tersebut memberi Cavs kesempatan membangun fondasi baru lewat pemain muda seperti Darius Garland dan Evan Mobley, yang kini menjadi bagian penting dari masa depan tim.
Cedera Jadi Tantangan Terbesar Musim Ini
Setelah 49 pertandingan musim ini, hanya Donovan Mitchell dan Evan Mobley yang konsisten tampil dalam setidaknya 40 laga. Pelatih Kenny Atkinson pun harus terus menyesuaikan rotasi sambil memberi peran lebih besar kepada pemain pelapis.
Kondisi Darius Garland masih menjadi perhatian utama. Guard andalan Cavs itu mengalami keseleo jari kaki kanan, sementara jari kaki kirinya baru saja menjalani operasi pada musim panas lalu.
“Garland tidak bermain, Sam tidak bermain, Max juga tidak. Tapi pemain muda kami luar biasa,” kata Mitchell. “Yang penting sekarang adalah menemukan cara untuk menang, apa pun caranya.”
Harapan Baru Menuju Playoff NBA
Jika Cavaliers mampu kembali utuh setelah para pemain cedera pulih, musim ini bisa menjadi peluang terbaik mereka untuk melaju jauh di playoff sejak era dominasi LeBron James berakhir.
“Kami terus menemukan cara. Ini tim yang berbeda, musim yang berbeda. Tapi kami akan terus berjuang,” tutup Mitchell.
Kisah 2016 mungkin sulit terulang, ketika Cavs bangkit dari ketertinggalan 3–1 atas Golden State Warriors dan menutupnya dengan tembakan legendaris Kyrie Irving serta blok ikonik LeBron. Namun dengan Donovan Mitchell sebagai pemimpin baru, Cavaliers setidaknya kembali melangkah ke arah yang benar.


