Rafael Struick Dihukum Komdis PSSI, Absen Dua Laga BRI Super League

LigaOrion – Penyerang muda Dewa United, Rafael Struick, harus menelan pil pahit setelah dijatuhi sanksi disipliner oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Pemain Timnas Indonesia ini terbukti melakukan tindakan tidak terpuji terhadap lawan dalam laga pekan ke-16 BRI Super League 2025/26.


Sanksi Berat: Larangan Bermain dan Denda Materi

Cetak Gol di AFC Challenge League, Rafael Struick Dapat Tambahan Panggilan  Sayang Selain El Klemer

Berdasarkan keputusan Komdis, Struick dilarang bermain dalam dua pertandingan berikutnya. Selain itu, ia juga dikenai denda Rp10 juta yang wajib dibayarkan ke kas PSSI.

Sanksi ini merupakan buntut dari insiden panas dengan striker veteran Ilija Spasojevic dari Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda. Komdis menilai tindakan Struick termasuk pelanggaran serius karena berpotensi membahayakan lawan di lapangan.


Kronologi Tendangan Emosional

Hanya Bersama Satu Klub Ini Ilija Spasojevic Tak Berhasil Mencetak Lebih  dari 10 Gol Selama di Indonesia - Bolasport.com

Insiden terjadi pada menit-menit akhir laga yang berlangsung panas. Spasojevic terjatuh setelah dilanggar oleh Egy Maulana Vikri. Struick yang baru masuk sebagai pemain pengganti terpancing emosi dan menendang bola keras ke arah Spasojevic.

Aksi tersebut memicu kemarahan Spasojevic dan ketegangan di lapangan sebelum akhirnya dilerai oleh rekan setim dan wasit M. Erfan Efendi, yang langsung mengganjar Struick dengan kartu merah.


Rafael Struick Minta Maaf

Menyadari kesalahan, Struick menunjukkan sikap profesional dengan mengirim pesan permintaan maaf kepada Spasojevic via media sosial. Ia menegaskan tindakannya murni karena emosi sesaat dan tidak ada masalah pribadi.

“Saudaraku, hari ini sama sekali bukan urusan pribadi. Saya bertindak karena emosi dan itu tidak benar. Maaf dan semoga sukses di musim ini,” tulis Struick.


Respons Bijak Ilija Spasojevic

Spasojevic merespons permintaan maaf tersebut dengan dewasa dan profesional. Mantan striker Bali United ini menekankan bahwa insiden di lapangan adalah bagian dari dinamika pertandingan dan tetap menghargai juniornya.

“Tidak masalah, adik. Kesalahan adalah bagian dari permainan, kita belajar darinya dan melangkah maju,” kata Spasojevic.
“Semoga sukses dan lakukan yang terbaik, kamu adalah masa depan sepak bola Indonesia,” tutupnya memberi dukungan.


Kabar ini sekaligus menjadi peringatan bagi para pemain muda untuk menjaga emosi di lapangan, sekaligus menegaskan pentingnya sportivitas dalam BRI Super League 2025/26.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *