Kekalahan dari MU Picu Sindiran Mantan Bek Setan Merah

Mantan bek Manchester United, Rio Ferdinand, melontarkan komentar tajam terkait posisi Arsenal di puncak klasemen Liga Inggris usai kekalahan mereka dari MU. Menurut Ferdinand, keberadaan The Gunners di posisi teratas bukan sepenuhnya karena dominasi permainan, melainkan akibat inkonsistensi para rival.
Arsenal takluk 2-3 dari Manchester United di Stadion Emirates pada Minggu (25/1/2026). Meski hasil tersebut menyakitkan, skuad asuhan Mikel Arteta masih bertahan di puncak klasemen dengan keunggulan empat poin atas Manchester City.
Ferdinand: Arsenal Diuntungkan Ketidakstabilan Rival
Dalam siaran di kanal YouTube pribadinya, Ferdinand mengaku puas melihat kemenangan mantan klubnya. Ia bahkan menyebut Arsenal berada di posisi yang “menguntungkan” karena para pesaing gagal tampil konsisten.
“Arsenal cukup beruntung. Mereka diuntungkan karena tim-tim lain juga tidak stabil,” ujar Ferdinand saat berbincang dengan Joel Beya, penggemar Arsenal yang turut hadir dalam diskusi tersebut.
Soroti Kondisi Manchester City dan Liverpool
Ferdinand kemudian mengulas kondisi dua rival utama Arsenal. Ia menilai Manchester City sedang berada dalam fase transisi, sementara Liverpool justru mengalami penurunan performa meski telah mengeluarkan dana besar di bursa transfer.
“City sedang membangun ulang timnya. Liverpool sudah belanja besar, tapi hasilnya tidak sebanding dengan ekspektasi,” kata pemilik enam gelar Liga Inggris itu.
Peringatan Jika Jarak Poin Menipis
Meski Arsenal masih memimpin, Ferdinand mengingatkan bahaya yang mengintai jika keunggulan poin terus terpangkas.
“Kalau ada tim yang mendekat dalam jarak tiga atau empat poin, saya akan mulai khawatir dengan Arsenal,” tegasnya.
Kritik dari Pendukung Arsenal Soal Produktivitas
Di sisi lain, Joel Beya meluapkan kekecewaannya terhadap performa Arsenal musim ini. Ia menilai The Gunners seharusnya bisa unggul jauh jika tidak sering kehilangan poin penting.

Menurutnya, masalah utama Arsenal terletak pada ketajaman dari permainan terbuka. Fakta bahwa Leandro Trossard menjadi top skor klub dengan lima gol dianggap mencerminkan tumpulnya lini serang.
Gaya Bermain Arteta Dinilai Terlalu Aman
Ferdinand juga mengkritik pendekatan taktik Arteta. Ia menggambarkan permainan Arsenal seperti petinju yang hanya melepaskan pukulan ringan tanpa serangan penentu.
“Semua terlihat seperti jab. Saya belum melihat pukulan yang benar-benar mematikan,” sindirnya.
Tetap Punya Peluang Juara
Meski kritik mengalir, Ferdinand tetap menilai Arsenal sebagai kandidat kuat juara Liga Inggris musim ini. Ia menyebut keberhasilan menuntaskan perburuan gelar akan membawa Arsenal ke level yang benar-benar baru di era Arteta.


