Ligaorion – Pertandingan besar akan tersaji pada lanjutan Serie A 2025/2026 ketika AS Roma menjamu AC Milan di Stadion Olimpico. Laga pekan ke-22 ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 26 Januari 2026, pukul 02.45 WIB, dan diprediksi menjadi salah satu duel paling menentukan di papan atas Liga Italia.
Roma dan Milan sama-sama masih berada dalam jalur persaingan gelar juara, membuat laga ini bernilai strategis bagi kedua tim.
Roma Datang dengan Tren Positif
AS Roma memasuki pertandingan ini dengan modal yang sangat meyakinkan. Tim asuhan Gian Piero Gasperini mencatat tiga kemenangan beruntun di Serie A tanpa kebobolan, hasil yang menjaga konsistensi mereka di zona Eropa sekaligus mempertahankan peluang dalam perburuan Scudetto.
Kemenangan atas Torino pada pekan sebelumnya menjadi sinyal kebangkitan Roma setelah sempat melewati periode sulit. Paulo Dybala kembali tampil sebagai pembeda dengan kontribusi gol penting, sementara Donyell Malen langsung mencuri perhatian lewat gol pada laga debutnya.

Ketajaman lini depan berpadu dengan solidnya pertahanan membuat Roma meraih tujuh kemenangan dari sembilan laga kandang terakhir di semua ajang.
Kepercayaan Diri Roma Usai Tampil di Eropa

Roma juga membawa modal tambahan dari kompetisi Eropa. Kemenangan 2-0 atas Stuttgart di Liga Europa menjaga peluang mereka menuju fase gugur sekaligus meningkatkan kepercayaan diri jelang duel besar di Serie A.
Bermain di Olimpico, Roma memiliki keuntungan tersendiri, terlebih dengan dukungan penuh publik tuan rumah dalam laga krusial seperti ini.
Milan Konsisten, Tak Terkalahkan Sejak Awal Musim
Di sisi lain, AC Milan datang ke Roma dengan reputasi sebagai salah satu tim paling konsisten musim ini. Rossoneri saat ini berada di peringkat kedua klasemen Serie A dan terus menempel ketat pemuncak klasemen.
Milan belum terkalahkan dalam 20 pertandingan Serie A sejak pekan kedua, sebuah catatan impresif yang menempatkan mereka di jajaran tim dengan rekor terpanjang di lima liga top Eropa.

Kemenangan atas Lecce pada pekan lalu, yang ditentukan oleh gol telat Niclas Füllkrug, menunjukkan mental juara Milan. Striker asal Jerman itu mulai menegaskan perannya sebagai tumpuan utama di lini depan Rossoneri.
Rekor Pertemuan dan Modal Psikologis
Secara statistik, Milan lebih unggul dalam pertemuan liga kontra Roma dalam beberapa musim terakhir. Dari 16 laga Serie A terakhir, Milan sukses memenangkan sembilan di antaranya, termasuk kemenangan pada pertemuan pertama musim ini.
Namun, Roma memiliki kenangan manis di Olimpico. Pada pertemuan terakhir di stadion ini, Roma berhasil menundukkan Milan dengan skor 3-1 pada Mei lalu, sebuah hasil yang bisa menjadi modal psikologis penting bagi tuan rumah.

Penentuan Arah Persaingan Gelar
Baik Roma maupun Milan sama-sama mengalami peningkatan perolehan poin dibandingkan musim lalu pada fase yang sama. Kondisi tersebut membuat duel ini diprediksi berlangsung ketat dan sarat tensi.
Kekalahan Roma berpotensi memperlebar jarak poin dari puncak klasemen dan menyulitkan mereka dalam perburuan Scudetto. Sebaliknya, kemenangan akan memangkas selisih angka dan menjaga persaingan gelar tetap terbuka.
Dengan kepentingan besar di papan atas, laga Roma vs Milan diyakini menjadi salah satu pertandingan paling menentukan di akhir pekan Serie A, setelah duel Napoli kontra Juventus lebih dulu digelar. Stadion Olimpico pun siap menjadi panggung pertarungan dua kekuatan tradisional sepak bola Italia.


