Lisandro Martinez Buktikan Paul Scholes Salah di Derbi Manchester

Ligaorion – Lisandro Martinez membungkam kritik Paul Scholes usai tampil gemilang dalam Derbi Manchester pada 17 Januari 2026. Bek tengah asal Argentina itu berhasil menahan laju Erling Haaland dan membawa Manchester United meraih kemenangan 2-0 atas Manchester City.


Scholes Kritik Fisik Martinez Sebelum Laga

Man United: Paul Scholes stopped commentary work to care for son - BBC Sport

Sebelum pertandingan, legenda Manchester United, Paul Scholes, sempat melontarkan komentar pedas terkait fisik Martinez. Scholes menyebut bek Argentina itu terlalu mungil untuk menghadapi striker raksasa seperti Haaland, bahkan diibaratkan “seperti balita”.

Meski demikian, Scholes tetap enggan meminta maaf setelah komentar tersebut. “Apa yang kami katakan mungkin tidak baik jika dilihat kembali, tapi saya tidak akan meminta maaf. Yang ingin kami sampaikan adalah apa yang kami pikirkan,” ujar Scholes, dikutip BolaSport.com dari Dailymail.


Martinez Tampil Gemilang Lawan Haaland

Lisandro Martinez: Argentina international has shone for Ajax and offers  brains, brawn and versatility | Football News | Sky Sports

Prediksi Scholes terbantahkan di lapangan. Martinez sukses menahan Haaland, membuat striker Man City hanya mampu melepaskan dua tembakan sepanjang pertandingan. Aksi bek berusia 28 tahun ini menjadi kunci kemenangan United dalam laga krusial tersebut.

Martinez sendiri menanggapi komentar Scholes dengan santai. “Sejujurnya, Scholes bisa mengatakan apa pun yang dia mau. Saya sudah bilang padanya, jika ingin mengatakan sesuatu kepada saya, dia bisa datang ke mana pun dia mau,” ujar Martinez.


Statistik dan Rekam Jejak Martinez

Meski posturnya hanya 175 cm, Martinez membuktikan mampu bersaing di Premier League yang terkenal keras secara fisik. Sejak bergabung dengan Manchester United pada 2022, Martinez telah mencatatkan 102 penampilan dan tiga gol di semua kompetisi.

Kinerja konsisten Martinez memperkuat reputasinya sebagai bek sentral andalan United, sekaligus menegaskan bahwa kualitas dan kecerdikan bermain bisa mengalahkan perbedaan fisik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *