LigaOrion – Stephen Curry kembali menorehkan catatan bersejarah di NBA dengan menjadi pemain pertama yang mencapai 10.000 percobaan tembakan tiga angka sepanjang kariernya. Namun, malam bersejarah sang bintang Golden State Warriors itu berakhir pahit setelah timnya tumbang 115-123 dari Dallas Mavericks, Kamis (22/1/2026) waktu setempat.
Sorotan justru mengarah ke Naji Marshall, yang tampil eksplosif dan menjadi penentu kemenangan Mavericks di laga tersebut.
Naji Marshall Tampil Efisien dan Jadi Pembeda

Marshall mencetak 30 poin dengan efisiensi luar biasa. Ia hanya membutuhkan 12 percobaan tembakan untuk mencapai angka tersebut, dengan 22 poin di antaranya dicetak pada babak kedua.
Ini menjadi kali keempat Marshall mencetak 30 poin sepanjang enam musim karier NBA-nya, sekaligus penampilan 30 poin keduanya musim ini. Performa konsisten Marshall juga terlihat dari perannya sebagai starter dalam sembilan laga terakhir Dallas.
Dalam periode tersebut, ia mencatat rata-rata:
- 19,9 poin
- 5,3 rebound
- 4,8 assist
- 3,3 tripoin
- 1,4 steal
dalam 31,5 menit per pertandingan
Kontribusi Kolektif Dallas Mavericks

Kemenangan ini bukan hanya hasil satu pemain. Cooper Flagg, rookie pilihan nomor satu Dallas, mencetak 21 poin dalam 30 menit meski awalnya direncanakan bermain terbatas usai pulih dari cedera pergelangan kaki.
Max Christie juga menyumbang 21 poin, sementara Brandon Williams menambahkan 19 poin dari bangku cadangan. Secara total, enam pemain Mavericks mencetak dua digit poin, mencerminkan kedalaman skuad yang solid.
Sebaliknya, Klay Thompson gagal bersinar saat menghadapi mantan timnya. Ia hanya mencetak enam poin, seluruhnya dari tembakan tripoin di babak pertama.
Curry Tetap Bersinar di Tengah Kekalahan

Meski kalah, Stephen Curry tetap menunjukkan kelasnya. Ia membukukan 38 poin dan memasukkan 8 dari 15 tembakan tripoin. Dengan laga ini, Curry resmi menjadi pemain pertama dalam sejarah NBA yang mencapai 10.000 percobaan tripoin, dengan catatan 4.222 tembakan masuk dari 10.007 percobaan.
Namun, momen krusial di kuarter keempat menjadi titik balik pertandingan.
Drama Draymond Green dan Momentum Berubah

Warriors sempat unggul tipis di pertengahan kuarter keempat sebelum Draymond Green dikenai pelanggaran keras. Insiden tersebut memicu perdebatan panjang dengan wasit dan memengaruhi fokus tim.
Tak lama setelah itu, Green kembali terlibat pelanggaran yang berujung pada ejection dengan sisa waktu 3 menit 50 detik. Mavericks memanfaatkan situasi tersebut dengan mencetak 11 poin beruntun yang mengunci kemenangan.
Cedera Jonathan Kuminga Jadi Kekhawatiran Warriors

Masalah Warriors bertambah setelah Jonathan Kuminga harus meninggalkan pertandingan di babak pertama akibat nyeri lutut kiri. Ia hanya sempat mencetak 10 poin dalam sembilan menit.
Ini merupakan laga keduanya setelah absen cukup lama. Cedera yang dialaminya kembali menimbulkan tanda tanya besar soal kedalaman rotasi Golden State di sisa musim.
Tren Positif Mavericks Berlanjut
Kemenangan ini menjadi empat kemenangan beruntun bagi Dallas Mavericks, rekor terbaik mereka musim ini. Sebaliknya, Warriors kini menelan dua kekalahan beruntun sejak kehilangan Jimmy Butler yang harus mengakhiri musim lebih cepat karena cedera lutut.
Dallas selanjutnya akan menjalani laga besar dengan menjamu Los Angeles Lakers, yang diperkuat Luka Doncic, pada Sabtu waktu setempat.


