Vinicius Junior Dinilai Menjauh dari Nilai Real Madrid, Kritik Tajam dari Quique Sanchez Flores

Ligaorion.com – Real Madrid kembali menjadi sorotan setelah mantan pelatih La Liga, Quique Sanchez Flores, melontarkan kritik terbuka terhadap Vinicius Junior. Ia menilai sikap sang bintang dalam dua musim terakhir tidak lagi mencerminkan nilai dan tradisi yang selama ini dijunjung tinggi oleh klub.

Komentar tersebut disampaikan Sanchez Flores dalam sebuah wawancara dengan media Spanyol. Fokus utamanya bukan pada kualitas teknis Vinicius, melainkan pada perubahan perilaku yang dinilai signifikan seiring meningkatnya statusnya sebagai pemain utama Los Blancos.

Tuntutan Sikap Seiring Status Bintang

Coaches' Voice | Quique Sánchez Flores: Coach Watch

Menurut Sanchez Flores, menjadi wajah utama Real Madrid tidak hanya soal kontribusi gol dan assist. Ia menekankan pentingnya konsistensi sikap, baik di dalam maupun di luar lapangan.

“Saya menilai dalam dua tahun terakhir, Vinicius tidak merepresentasikan nilai-nilai Real Madrid dan masih sangat jauh dari potensi maksimal yang sebenarnya bisa ia capai,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tekanan besar sebagai megabintang seharusnya diimbangi dengan keteladanan, terutama dalam menghadapi situasi sulit di lapangan.

Reaksi Suporter Dianggap Wajar

Sanchez Flores juga mengaku memahami kegelisahan sebagian pendukung Real Madrid terhadap Vinicius. Menurutnya, ekspektasi tinggi dari tribun lahir karena kecintaan besar suporter terhadap klub.

“Saya bisa memahami mengapa banyak penggemar merasa frustrasi dengan Vinicius,” katanya. Ia menilai reaksi publik tidak muncul tanpa alasan, melainkan dari pengamatan berulang terhadap sikap sang pemain saat berada di bawah tekanan.

Momen Clasico Jadi Titik Penting

Xabi Alonso's telling response to Man United job offer as path to Liverpool  legend clears - Manchester Evening News

Dalam ulasannya, Sanchez Flores menyinggung pergantian Vinicius pada laga El Clasico di Santiago Bernabeu. Momen tersebut dianggap sebagai simbol retaknya hubungan antara pemain dan pelatih kala itu, Xabi Alonso.

Ia menilai keputusan pergantian pemain seharusnya diikuti langkah tegas dari pihak klub. “Setelah itu, Xabi seharusnya diberi ruang untuk mengambil tindakan lanjutan,” ujarnya.

Namun menurutnya, manajemen justru memilih berpihak pada pemain. “Klub dihadapkan pada pilihan antara pelatih atau pemain, dan mereka memilih pemain,” tambahnya.

Pemecatan Xabi Alonso Dinilai Tak Mengejutkan

Terkait kepergian Xabi Alonso dari kursi pelatih, Sanchez Flores mengaku tidak terkejut. Ia bahkan menilai keputusan tersebut sebagai jalan terbaik bagi sang pelatih.

“Bahasa tubuh Xabi menunjukkan kelelahan luar biasa. Dalam kondisi seperti itu, pergi bisa menjadi pilihan terbaik,” tuturnya.

Tanggung Jawab Pemain Tetap Dominan

Real Madrid: Alvaro Arbeloa's appointment provokes shock for supporters -  BBC Sport

Di akhir pernyataannya, Sanchez Flores menyinggung peran Alvaro Arbeloa usai kekalahan mengejutkan dari Albacete di Copa del Rey. Ia menegaskan bahwa meskipun pelatih memegang kendali utama, hasil di lapangan tetap sangat ditentukan oleh pemain.

Menurutnya, tanggung jawab kolektif skuad menjadi faktor kunci dalam memahami performa dan dinamika internal Real Madrid saat ini.


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *