LigaOrion – Penyerang muda Brasil, Endrick, memulai babak penting dalam kariernya dengan bergabung ke Olympique Lyon sebagai pemain pinjaman dari Real Madrid hingga akhir musim. Di usia 19 tahun, Endrick datang ke Prancis dengan satu misi utama: mengamankan tempat di tim nasional Brasil menjelang Piala Dunia FIFA 2026.
Ligue 1 dipilih sebagai panggung pembuktian, tempat ia berharap menemukan kembali ketajaman, kepercayaan diri, dan ritme bermain melalui menit bermain yang lebih konsisten.
Lyon Jadi Titik Balik Karier Endrick
Setelah menjalani musim yang penuh tantangan di Real Madrid, terutama karena persaingan ketat dan cedera, Endrick memandang kepindahan ke Lyon sebagai langkah strategis. Klub Prancis tersebut dikenal sebagai tempat berkembangnya banyak talenta besar, khususnya pemain asal Brasil.
“Saya ingin kembali ke lapangan dan mewujudkan impian terbesar saya, yaitu bermain di Piala Dunia,” ujar Endrick dalam wawancara terbarunya. “Saya ingin tampil di banyak edisi Piala Dunia dan itu tidak akan pernah berubah sampai saya pensiun.”
Target Jelas: Kembali ke Timnas Brasil
Meski sempat menunjukkan potensi di Real Madrid, termasuk menjadi bagian penting dalam perjalanan klub hingga final Copa del Rey, musim 2025 menjadi periode sulit bagi Endrick akibat cedera yang menghambat perkembangannya.
Kini, ia menatap masa depan dengan optimisme. Endrick menegaskan bahwa masa peminjamannya di Lyon adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya siap bersaing di level tertinggi.
“Saya ingin menunjukkan bahwa saya berada dalam kondisi terbaik dan bisa berkembang lebih jauh, baik sebagai pencetak gol maupun pemain tim,” ungkapnya.
Lingkungan Ideal untuk Berkembang
Lyon dinilai sebagai tempat yang ideal bagi Endrick. Selain sedang menjalani proses pembenahan skuad, klub ini belum memiliki penyerang tengah mapan, membuka peluang besar bagi sang pemain muda untuk mendapatkan peran penting.
Secara historis, Lyon juga dikenal memiliki ikatan kuat dengan gaya bermain Brasil atau jogo bonito. Nama-nama seperti Juninho Pernambucano, Fred, Lucas Paquetá, hingga Bruno Guimarães pernah berkembang pesat di klub ini.
Endrick pun mengaku banyak meminta masukan dari para seniornya sesama pemain Brasil sebelum menerima tawaran Lyon.
“Paquetá dan Bruno Guimarães selalu berbicara hal-hal positif tentang Lyon,” katanya.
Inspirasi Karim Benzema dan Faktor Pelatih
Salah satu alasan lain kepindahan Endrick adalah kekagumannya terhadap Karim Benzema, legenda Lyon yang kemudian bersinar di Real Madrid. Ia melihat Lyon sebagai tempat ideal bagi penyerang untuk tumbuh, meninggalkan jejak, dan mendapatkan respek dari publik.
Faktor pelatih juga menjadi nilai tambah. Lyon saat ini ditangani Paulo Fonseca, yang menggunakan bahasa dan pendekatan taktis yang familiar bagi Endrick. Sebelumnya, ia berkembang pesat di Palmeiras di bawah asuhan pelatih Portugal, Abel Ferreira.
“Saya terbiasa dengan pelatih Portugal. Mereka sangat detail dan disiplin, dan saya merasa cocok dengan gaya itu,” jelas Endrick.
Fokus Lebih dari Sekadar Gol
Meski dikenal sebagai penyerang dengan insting gol tajam dan fisik kuat, Endrick kini menargetkan kontribusi yang lebih luas. Baginya, kesuksesan tim jauh lebih penting dibandingkan pencapaian individu.
“Sebagai orang Brasil, yang ada di pikiran saya hanya memenangkan Piala Dunia,” tegasnya. “Tidak penting siapa yang mencetak gol atau mengangkat trofi.”
Enam Bulan Penentuan Menuju Piala Dunia 2026
Debut Endrick bersama Lyon berpotensi terjadi dalam waktu dekat, termasuk laga tandang menghadapi Lille. Enam bulan ke depan akan menjadi periode krusial bagi masa depannya, baik di level klub maupun internasional.
Jika mampu memanfaatkan kesempatan ini, Lyon bisa menjadi batu loncatan penting dalam perjalanan Endrick menuju panggung terbesar sepak bola dunia.
Ikuti terus perkembangan Endrick, berita Ligue 1, dan perjalanan menuju Piala Dunia 2026 hanya di LigaOrion. ⚽🔥


