
LIGAOIRON– Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk membangun museum khusus Persija Jakarta sebagai bagian dari penguatan identitas klub kebanggaan ibu kota. Museum Persija tersebut direncanakan berlokasi di kawasan Ancol, Jakarta Utara, yang dinilai strategis dan terintegrasi dengan Jakarta International Stadium (JIS).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa keberadaan Museum Persija di Ancol akan menjadi simbol sejarah, prestasi, dan kebanggaan suporter Macan Kemayoran. Ia menyebutkan bahwa pembangunan museum ini juga akan mendorong aktivitas ekonomi di sekitar kawasan wisata dan olahraga tersebut.
“Ancol harus memiliki Museum Persija. Ini bukan hanya soal sepak bola, tapi juga tentang identitas dan kebanggaan Jakarta,” ujar Pramono dalam keterangannya pada Selasa (13/1/2026).
Lokasi Strategis Dekat JIS dan Kawasan Wisata

Pemilihan Ancol sebagai lokasi museum dinilai tepat karena berdekatan langsung dengan Jakarta International Stadium. Selain itu, kawasan tersebut tengah dikembangkan sebagai pusat kegiatan olahraga, hiburan, dan pariwisata terpadu.
Keberadaan museum Persija di Ancol diharapkan menciptakan efek berantai, mulai dari penjualan merchandise resmi, kunjungan wisata, hingga meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
“Kalau ada museum, orang bisa datang lebih awal, beli merchandise, menikmati kawasan. Ini akan menghidupkan Ancol, JIS, hingga area Danau Cincin,” jelas Pramono.
Jembatan Ancol–JIS Segera Dibangun

Sebagai bagian dari penguatan konektivitas, Pemprov DKI Jakarta juga akan memulai pembangunan jembatan penghubung antara Ancol dan JIS. Peletakan batu pertama proyek tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25 Januari mendatang.
Pramono menegaskan bahwa persoalan utama JIS selama ini adalah akses dan transportasi. Oleh karena itu, integrasi Ancol dan JIS menjadi solusi jangka panjang.
“Kalau aksesnya tidak dibenahi, JIS akan terus bermasalah. Nantinya parkir bisa dipusatkan di Ancol, lalu pengunjung cukup berjalan kaki sekitar 350 meter menuju JIS,” ungkapnya.
Solusi Transportasi dan Parkir Terpadu
Selain jalur pejalan kaki, pemerintah juga menyiapkan berbagai opsi transportasi pendukung. Pengunjung yang tidak ingin berjalan kaki akan difasilitasi dengan shuttle bus hingga kendaraan buggy car.
Skema ini diharapkan mampu mengurai persoalan parkir yang kerap terjadi saat Persija Jakarta bertanding atau ketika JIS digunakan untuk konser dan acara besar.
“Dengan parkir terpusat di Ancol, masalah parkir di JIS bisa diatasi secara bertahap,” tutup Pramono.
Dengan rencana pembangunan Museum Persija, peningkatan konektivitas, dan solusi transportasi terpadu, Jakarta bersiap menghadirkan kawasan olahraga modern yang tidak hanya fungsional, tetapi juga sarat nilai sejarah dan kebanggaan bagi pendukung Persija Jakarta.


